BUKITTINGGI –25 Mai 2026, Mengusung semboyan “Komitmen Tanpa Kompromi”, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bukittinggi mempertegas langkahnya dalam menjaga marwah institusi. Prinsip ini bukan sekadar slogan, melainkan napas dari setiap kebijakan strategis yang dijalankan. Seluruh kegiatan dipastikan berjalan sesuai koridor hukum, bersih dari penyimpangan, serta menjamin keamanan dan ketertiban di dalam maupun di luar tembok lapas. Sejumlah program prioritas pun digelar sebagai bukti nyata: dari penguatan integritas hingga penjagaan stabilitas nasional.
Dalam implementasinya, Lapas Kelas IIA Bukittinggi menempatkan penegakan integritas sebagai garda terdepan. Disiplin, kejujuran, dan akuntabilitas tinggi menjadi harga mati bagi seluruh jajaran pegawai dalam setiap tindakan dan keputusan. Integritas diyakini sebagai pondasi utama untuk menjaga kepercayaan publik. Dengan begitu, pelayanan dapat berjalan profesional, transparan, dan terbebas dari praktik yang mencoreng nama baik institusi.
Perang terhadap narkoba juga menjadi agenda serius yang tidak bisa ditawar. Menyadari narkoba sebagai musuh bersama yang menggerogoti generasi bangsa, Lapas Bukittinggi bertekad memutus mata rantai peredarannya sampai ke akar. Pengawasan dan pengamanan diperketat tanpa celah. Tujuannya jelas: mencegah masuknya barang haram ke dalam lapas, melindungi warga binaan, dan menciptakan lingkungan yang steril dari pengaruh negatif narkoba.
Fokus krusial berikutnya adalah pemberantasan pungutan liar atau pungli. Manajemen menyatakan sikap tanpa kompromi: menolak dan memberantas segala bentuk pungutan tidak sah. Praktik ini dianggap merusak nilai pelayanan publik dan merugikan masyarakat. Karena itu, seluruh petugas diarahkan bekerja bersih, jujur, dan melayani sesuai aturan, tanpa membebani masyarakat yang membutuhkan layanan.
Aspek keamanan nasional pun turut diperkuat. Lapas Kelas IIA Bukittinggi terus meningkatkan sistem keamanan, kewaspadaan, serta sinergi dengan berbagai pihak terkait. Langkah ini diambil untuk menjaga kedaulatan lembaga, mencegah gangguan keamanan, dan berkontribusi pada stabilitas serta ketahanan nasional. Keamanan dipandang bukan hanya urusan internal, melainkan bagian dari upaya besar menjaga ketertiban masyarakat luas.
Tidak ada ruang toleransi bagi pegawai yang melanggar. Setiap oknum yang terbukti menyimpang atau mencemarkan nama baik institusi akan ditindak tegas. “Kami bertindak tegas demi institusi yang bersih, masyarakat yang terlindungi, dan pelayanan yang terjaga kualitasnya,” menjadi prinsip yang dipegang teguh. Sebagai wujud transparansi, masyarakat dapat melapor langsung ke nomor 0878-1552-4131 jika menemukan gangguan keamanan dan ketertiban, penyalahgunaan ponsel, peredaran narkoba, perjudian, atau oknum yang bertindak sewenang-wenang.
Kepala Lapas Kelas IIA Bukittinggi, Nanang Rukmana, A.Md.I.P., S.Sos., menegaskan bahwa seluruh langkah ini merupakan bukti keseriusan melakukan pembenahan menyeluruh. Ia menyebut tantangan di dunia pemasyarakatan kian kompleks, sehingga dibutuhkan komitmen kokoh tanpa kompromi terhadap prinsip dan aturan.
“Program ini sangat positif dan harus didukung sepenuhnya, karena ini jalan satu-satunya agar Lapas Kelas IIA Bukittinggi menjadi lembaga yang dipercaya, aman, dan berintegritas. Kita tidak bisa lagi berkompromi dengan hal-hal yang melanggar aturan, apalagi yang merugikan masyarakat dan merusak citra pemasyarakatan,” tegas Nanang Rukmana.
Lebih lanjut, ia menitipkan pesan kepada seluruh pegawai, warga binaan, dan masyarakat. “Mari sama-sama menjaga komitmen ini. Bagi seluruh jajaran pegawai, jadikan integritas sebagai gaya hidup, jaga disiplin, dan berikan pelayanan terbaik dengan hati nurani yang bersih. Tolak segala bentuk pungli dan jangan pernah terlibat peredaran narkoba, karena konsekuensinya sangat berat. Bagi masyarakat, kami membuka ruang seluas-luasnya untuk pengawasan. Jangan ragu melaporkan jika menemukan penyimpangan, karena laporan Anda adalah cermin bagi kami untuk terus berbenah. Bersama kita wujudkan Lapas yang aman, bersih, dan bermartabat,” pungkas Nanang Rukmana.






