Berbagai Unsur Masyarakat Tolak Trase Jalan Tol di Kubang Putiah, Minta Pemerintah Kaji Ulang Jalur

- Penulis

Minggu, 12 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AGAM.Terasnagarinews.com – Ratusan warga bersama unsur ninik mamak, Kerapatan Adat Nagari (KAN), alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, pemuda, dan tokoh masyarakat Nagari Kubang Putiah, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, menggelar aksi menyampaikan aspirasi penolakan terhadap rencana trase pembangunan jalan tol yang melintasi wilayah nagari tersebut.

Masyarakat menegaskan bahwa aksi tersebut bukan bentuk penolakan terhadap pembangunan infrastruktur. Sebaliknya, warga mendukung pembangunan yang bertujuan meningkatkan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi, namun meminta pemerintah mengevaluasi kembali jalur yang dinilai akan menimbulkan dampak sosial, budaya, dan adat yang sangat besar.

Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Kubang Putiah, Siswandi Dt. Maleka, mengatakan masyarakat tidak pernah menghalangi program pembangunan pemerintah. Namun, menurutnya, penetapan jalur jalan tol dilakukan tanpa proses musyawarah yang memadai dengan masyarakat adat maupun warga yang terdampak.

“Pada dasarnya kami tidak pernah menghalang-halangi pemerintah dalam melaksanakan pembangunan. Tetapi masyarakat yang akan dilalui jalur jalan tol ini menerima keputusan secara mendadak, tanpa adanya kompromi dan musyawarah terlebih dahulu. Seharusnya pemerintah melakukan kajian secara menyeluruh karena dampak yang ditimbulkan sangat besar,” kata Siswandi.

Ia menjelaskan, Nagari Kubang Putiah memiliki 14 jorong, dan sembilan jorong akan terdampak langsung dan 3 jorong ada yang terbelah oleh perencana pembangunan jalan tol. Bahkan, menurutnya, Jorong Kampung Pili terancam hilang dari struktur administrasi pemerintahan nagari karena hampir seluruh wilayahnya terdampak proyek.

“Yang paling kami khawatirkan adalah hilangnya Jorong Kampung Pili dari data administrasi pemerintahan. Ini bukan sekadar pembangunan jalan, tetapi menyangkut hilangnya sebuah komunitas yang telah hidup dan berkembang secara turun-temurun,” ujarnya.

Siswandi juga menilai hingga kini belum terlihat adanya kajian komprehensif mengenai dampak sosial dan adat yang akan muncul apabila trase tersebut tetap dipertahankan. Menurutnya, proyek tersebut tidak hanya berdampak terhadap rumah penduduk, tetapi juga terhadap tatanan kehidupan masyarakat adat Minangkabau.

Ia menyebut keberadaan rumah gadang, pandam pekuburan kaum, tanah ulayat, tempat ibadah, lahan pertanian produktif, serta kawasan permukiman yang akan terbelah menjadi persoalan serius yang harus dipertimbangkan pemerintah.

“Kampung akan terbelah. Rumah adat akan hilang, pandam pekuburan kaum terdampak, tanah ulayat berkurang, lahan pertanian produktif hilang. Semua itu akan menimbulkan efek domino terhadap kehidupan masyarakat, baik dari sisi sosial, budaya, ekonomi maupun adat istiadat,” katanya.

Berdasarkan data yang disampaikan masyarakat, rencana trase jalan tol diperkirakan berdampak terhadap lebih dari 100 rumah warga, dua musala, empat lokasi pandam pekuburan kaum, kawasan rumah gadang, tanah ulayat, serta lahan pertanian yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat.

Menurut masyarakat, persoalan tersebut bukan berkaitan dengan besaran nilai ganti rugi. Tanah yang terdampak merupakan tanah ulayat atau pusaka tinggi yang menurut hukum adat Minangkabau merupakan milik komunal yang diwariskan kepada anak kemenakan dan tidak dapat dipandang semata sebagai aset ekonomi.

Karena itu, masyarakat bersama para niniak mamak Nagari Kubang Putiah menyatakan menolak secara tegas trase jalan tol Sicincin -Bukittinggi yang melintasi kawasan nagari mereka. Mereka meminta pemerintah meninjau ulang jalur yang telah ditetapkan serta membuka ruang dialog yang melibatkan masyarakat, pemerintah daerah, dan lembaga adat sebelum mengambil keputusan akhir.

Masyarakat berharap pembangunan nasional tetap dapat berjalan tanpa mengorbankan identitas budaya, ruang hidup, serta hak-hak masyarakat adat yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Diakhir pembicaraan via tlp dengan Ketua KAN Kanagarian Kubang putih menyampaikan kami tidak menolak pembangunan jalan tol ,akan tetapi lakukan lebih dahulu kajian mendalam.dari berbagai aspek.masih ada solusi lain seperti jalur yang akan di rencanakan pihak terkait bisa melihat mana daerah yang tidak produktif dan tidak padat penduduk pungkas nya.

saat berita ini di turunkan kami juga sedang mencari keterangan lebih lanjut dengan pihak pihak terkait dalam hal persoalan ini.

 

Follow WhatsApp Channel www.terasnagarinews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Barito kini

Ditutup Wagub Vasko Ruseimy Di Lubukalung , PORPROV XVI SUMBAR 2026 Usai, Bukittinggi Tembus 4 Besar Dengan 223 Mendali.
200 Bikers Konvoi Bukittinggi-Batusangkar, Lintas Komunitas Rajut Silaturahmi Sambil Promosi Wisata
Menteri Imipas Pimpin Langsung, Lapas Bukittinggi Ikuti Anev Pemasyarakatan Secara Virtual dari Dua Lokasi
Perkuat Integritas Petugas, Lapas Bukittinggi Ikuti FGD Kelayan Binter dan Pembekalan Spiritual Leadership di Padang
Lapas Bukittinggi Gandeng Kantah Agam Tertibkan Aset Negara Lewat Plotting Bidang Tanah
81 Warga Binaan Lapas Bukittinggi Ikuti Asesmen Menuju Program Rehabilitasi dan Reedukasi Terarah
Tingkatkan Akuntabilitas Keuangan, Lapas Bukittinggi Ikuti Supervisi Terpadu di Padang
Akhir tahun kejar optimal, Lapas Bukittinggi matangkan strategi penyerapan anggaran triwulan IV

Barito kini

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Ditutup Wagub Vasko Ruseimy Di Lubukalung , PORPROV XVI SUMBAR 2026 Usai, Bukittinggi Tembus 4 Besar Dengan 223 Mendali.

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:12 WIB

200 Bikers Konvoi Bukittinggi-Batusangkar, Lintas Komunitas Rajut Silaturahmi Sambil Promosi Wisata

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:26 WIB

Menteri Imipas Pimpin Langsung, Lapas Bukittinggi Ikuti Anev Pemasyarakatan Secara Virtual dari Dua Lokasi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Perkuat Integritas Petugas, Lapas Bukittinggi Ikuti FGD Kelayan Binter dan Pembekalan Spiritual Leadership di Padang

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:24 WIB

81 Warga Binaan Lapas Bukittinggi Ikuti Asesmen Menuju Program Rehabilitasi dan Reedukasi Terarah

Iko baru barito