FATETA UNAND dengan Program EQUITY 2026 Pacu hilirisasi UMKM kerupuk kamang dengan pendampingan Teknologi Pangan hingga Digital Marketing dengan target siap Go Internasional

- Penulis

Kamis, 9 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AGAM.Terasnagarinews.com – Fakultas Teknologi Pertanian (FATETA) Universitas Andalas (Unand) bersama Universiti Putra Malaysia (UPM) memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kerupuk Kamang melalui Program EQUITY 2026. Program Pengabdian kepada Masyarakat Internasional Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Teknologi Pertanian Indonesia (FKPT-TPI) tersebut digelar di Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Kamis (9/7/2026), dengan fokus meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar global.

Kegiatan mengusung tema “Inovasi Teknologi Pengolahan Kerupuk Ubi Kayu Kamang untuk Peningkatan Mutu dan Daya Saing Produk Menuju Pasar Internasional”. Program ini merupakan implementasi Kampus Berdampak yang mendorong hasil riset dan inovasi perguruan tinggi dapat diterapkan secara langsung untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

Kolaborasi Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas dan Universiti Putra Malaysia menghadirkan inovasi teknologi produksi, pengemasan, legalitas usaha, dan pemasaran digital guna meningkatkan daya saing Kerupuk Kamang sebagai produk unggulan Kabupaten Agam.

Ketua Pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat FATETA Universitas Andalas, Dr. Mislaini, R.STP., MP., mengatakan sebelum program dilaksanakan, tim telah melakukan identifikasi terhadap kondisi UMKM Kerupuk Kamang di Nagari Koto Tangah.

Hasil identifikasi menunjukkan masih terdapat sejumlah tantangan, di antaranya proses pengolahan pangan yang belum memenuhi standar, legalitas usaha yang belum lengkap, kemasan produk yang masih sederhana, serta proses pengeringan yang masih dilakukan secara tradisional sehingga memengaruhi kualitas dan kapasitas produksi.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi agar UMKM mampu menghasilkan produk yang berkualitas, memiliki nilai tambah, serta siap bersaing di pasar internasional,” ujar Mislaini.

Ia menjelaskan, pendampingan dilakukan secara terpadu melalui tiga bidang keilmuan di FATETA Unand. Bidang Teknik Pertanian mengembangkan teknologi proses, termasuk perancangan alat pengering untuk meningkatkan efisiensi produksi. Bidang Teknologi Industri Pertanian memberikan pendampingan mengenai legalitas usaha, manajemen, dan pemasaran digital. Sementara bidang Teknologi Hasil Pertanian dan Pangan mengembangkan inovasi produk melalui diversifikasi rasa dan bentuk tanpa menghilangkan cita rasa khas Kerupuk Kamang.

Menurut Mislaini, kegiatan ini diikuti peserta dari enam negara, yakni Indonesia, Malaysia, Kamboja, Vietnam, Timor Leste, dan Bamgladesh.

Peserta terdiri atas dosen, peneliti, mahasiswa, pemerintah daerah, pemerintah nagari, pelaku UMKM, kelompok tani, tokoh masyarakat, serta mitra internasional yang bersama-sama berbagi pengalaman dan inovasi dalam pengembangan produk pangan berbasis potensi lokal.

Selama kegiatan, para peserta mengikuti seminar ilmiah, diskusi, kunjungan ke rumah produksi Kerupuk Kamang, pendampingan UMKM, serta berbagi pengalaman mengenai teknologi pengolahan, peningkatan mutu produk, pengemasan, hingga strategi pemasaran untuk menembus pasar internasional.

Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas, Prof. Dr. Ir. Alfi Asben, M.Si., mengatakan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab menghadirkan inovasi yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat. Menurutnya, kolaborasi dengan Universiti Putra Malaysia menjadi langkah strategis untuk mempercepat peningkatan kualitas produk, penguatan teknologi, dan perluasan akses pasar bagi UMKM.

Sementara itu, Wali Nagari Koto Tangah, Amrizal Gunawan Dt. Maruhun Basa, mengatakan Nagari Koto Tangah memiliki potensi besar di sektor pertanian, industri rumah tangga, dan UMKM pangan. Potensi tersebut menjadi salah satu alasan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menetapkan Nagari Koto Tangah sebagai Nagari Kreatif Hub, sebagai bagian dari upaya mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

Menurut Amrizal, penetapan tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah nagari untuk terus mengembangkan produk unggulan daerah, terutama Kerupuk Kamang, melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi dan berbagai mitra.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas dan Universiti Putra Malaysia yang telah memilih Nagari Koto Tangah sebagai lokasi pengabdian masyarakat internasional. Ini menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM kami untuk belajar, berinovasi, dan meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Salah seorang pelaku UMKM, Yasnidar, pemilik brand Kerupuk Kamang “Arefa” di Jorong Koto Laweh, mengaku program pendampingan tersebut memberikan harapan baru bagi perkembangan usahanya.

Selama ini, usahanya mengolah sekitar 80 kilogram ubi kayu pilihan sebagai bahan baku yang menghasilkan sekitar 30 kilogram kerupuk dalam setiap proses produksi.

“Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap produksi bisa dilakukan setiap hari. Kami juga mendapatkan pengetahuan tentang teknologi produksi, pengemasan, hingga pemasaran sehingga produk kami bisa berkembang lebih baik,” ujar Yasnidar.

Narasumber dari Universiti Putra Malaysia, Prof. TS. Dr. Rosnah Bt. Shamsudin, menilai UMKM di Nagari Koto Tangah memiliki potensi besar untuk berkembang dan bahkan dapat menjadi model pengembangan usaha bagi pelaku UMKM di Malaysia.

“Kami melihat UMKM di Nagari Koto Tangah memiliki potensi yang sangat baik. Ini dapat menjadi contoh untuk diteruskan dan diterapkan oleh para pengusaha di Malaysia. Kami juga akan membantu memberikan inovasi teknologi, mulai dari proses produksi, pengemasan (packaging), hingga strategi pemasaran (marketing), sehingga produk-produk UMKM ini mampu menembus pasar internasional atau go international,” ujar Rosnah.

Selain seminar, pendampingan teknologi, dan kunjungan ke rumah produksi Kerupuk Kamang, rangkaian kegiatan juga dimeriahkan dengan Expo UMKM, pameran inovasi teknologi hasil riset Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas, serta atraksi seni budaya Minangkabau yang dibawakan oleh putra-putri Nagari Koto Tangah. Penampilan tersebut meliputi tari-tarian tradisional Minangkabau, atraksi pencak silat, randai, hingga pertunjukan Tabuik, yang mendapat apresiasi dari para tamu dan peserta dari enam negara.

Suasana semakin semarak ketika para peserta mancanegara menyaksikan secara langsung kekayaan seni budaya Minangkabau yang ditampilkan masyarakat setempat. Penampilan tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan identitas budaya dan potensi pariwisata Kabupaten Agam kepada dunia internasional.

Melalui Program EQUITY 2026, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas bersama Universiti Putra Malaysia berharap Nagari Koto Tangah dapat menjadi model pengembangan UMKM pangan berbasis inovasi teknologi di Indonesia. Pendampingan berkelanjutan yang mencakup peningkatan teknologi produksi, penguatan mutu produk, legalitas usaha, inovasi kemasan, hingga pemasaran digital diharapkan mampu mengantarkan Kerupuk Kamang sebagai produk unggulan Kabupaten Agam menembus pasar internasional.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, pelaku UMKM, dan mitra internasional ini menjadi bukti bahwa pengembangan ekonomi lokal dapat berjalan seiring dengan pelestarian budaya. Dengan sinergi tersebut, Kerupuk Kamang diharapkan tidak hanya dikenal sebagai kuliner khas Sumatera Barat, tetapi juga mampu menjadi produk unggulan Indonesia yang berdaya saing di pasar global.

 

(Afrizal Soedarta)

Penulis : Afrizal soedarta

Follow WhatsApp Channel www.terasnagarinews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Barito kini

Polri Goes to School: Waka Polsek IV Koto Tanamkan Kesadaran Hukum di Hari Pertama MTsN 3 Agam
TNI Hadirkan Harapan Baru, Jembatan Perintis Garuda di Agam Resmi Dibuka untuk Warga
AGAM DITUNJUK JADI LOKASI TMMD KE-129, PEMKAB SAMBUT DENGAN DUKUNGAN PENUH HINGGA 13 AGUSTUS 2026
Wujudkan Generasi Cerdas, Berkarakter dan Berakhlak Mulia, Wakapolres Payakumbuh Buka MPLS TK Kemala Bhayangkari 09
Berbagai Unsur Masyarakat Tolak Trase Jalan Tol di Kubang Putiah, Minta Pemerintah Kaji Ulang Jalur
Kepedulian dari Balik Jeruji: Lapas Bukittinggi Hadirkan Harapan bagi Anak Panti di Canduang
Dugaan Penggelapan Uang Pajak oleh Oknum PNS Samsat Kota Solok, MYLC Terbitkan Legal Opinion
Polres Payakumbuh Ringkus Dua Terduga Pelaku Narkotika, Sita Barang Bukti Ganja dan Sabu

Barito kini

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:27 WIB

Polri Goes to School: Waka Polsek IV Koto Tanamkan Kesadaran Hukum di Hari Pertama MTsN 3 Agam

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:01 WIB

TNI Hadirkan Harapan Baru, Jembatan Perintis Garuda di Agam Resmi Dibuka untuk Warga

Rabu, 15 Juli 2026 - 05:40 WIB

AGAM DITUNJUK JADI LOKASI TMMD KE-129, PEMKAB SAMBUT DENGAN DUKUNGAN PENUH HINGGA 13 AGUSTUS 2026

Selasa, 14 Juli 2026 - 04:06 WIB

Wujudkan Generasi Cerdas, Berkarakter dan Berakhlak Mulia, Wakapolres Payakumbuh Buka MPLS TK Kemala Bhayangkari 09

Minggu, 12 Juli 2026 - 07:13 WIB

Berbagai Unsur Masyarakat Tolak Trase Jalan Tol di Kubang Putiah, Minta Pemerintah Kaji Ulang Jalur

Iko baru barito