BUKITTINGGI — Dentang Jam Gadang sebentar lagi genap seabad. Pemerintah Kota Bukittinggi menyatakan kesiapan total menyulap ikon Sumatera Barat itu jadi panggung dunia. Kepastian tersebut disampaikan langsung dalam taklimat media di Rumah Dinas Wali Kota, Belakang Balok, Selasa, 26 Mei 2026.
Wali Kota Bukittinggi H. Ramlan Nurmatias memaparkan misi besar di balik perayaan 100 tahun Jam Gadang: merawat warisan sejarah, memperkuat jejaring antarnegara, sekaligus unjuk gigi kekayaan budaya Minangkabau. Selama rangkaian acara, Bukittinggi disiapkan bertransformasi menjadi pusat diplomasi dunia sekaligus festival budaya multinasional.
Keseriusan Pemkot terlihat dari solidnya Forkopimda yang hadir lengkap. Mendampingi Wali Kota Ramlan, hadir Kapolresta Bukittinggi Kombes Pol. Ruly Indra Wijayanto, Dandim 0304/Agam Letkol Inf. Dwi Santoso, Ketua DPRD Bukittinggi Syaiful Efendy, Sekda Rismal Hadi, dan Kepala Dinas Kominfo Asrar Fernando. Sinergi ini menjadi jaminan keamanan dan kelancaran agenda internasional tersebut.
“Jam Gadang bukan sekadar menara jam atau titik koordinat. Ini identitas dan perjalanan sejarah yang wajib kita jaga bersama,” tegas Ramlan. Ia mengingatkan, monumen hadiah Ratu Wilhelmina Belanda itu adalah satu-satunya warisan sejarah sejenis di Indonesia, sehingga nilai historisnya tak tergantikan.
Gaung perayaan ini sudah mendunia. Sebanyak 38 negara mengonfirmasi hadir, termasuk delegasi khusus dari Palestina. Seluruh tamu negara akan disambut dalam Jam Gadang Cultural Night pada 20 Juni 2026. Mengusung tema “Jam Gadang dalam Narasi Budaya dan Perjuangan Bangsa”, malam puncak itu disiapkan spektakuler: memadukan teknologi visual mutakhir, pentas seni , dan Orasi 100 Tahun Jam Gadang.
Soal anggaran, Ramlan memastikan seluruh operasional dikelola mandiri oleh Organizing Committee. Dana dan fasilitas digerakkan lewat sponsor serta kerja sama taktis, termasuk dukungan logistik dari BUMN transportasi, DAMRI. Skema ini membuat acara berjalan efektif tanpa membebani APBD Kota Bukittinggi.
Tak berhenti di seremoni, Pemkot merancang strategi city branding jangka panjang. “Kekuatan utama kita memang pesona alam, tapi kesan mendalam yang ingin kami tinggalkan ke dunia pasca-acara ini adalah standarisasi ketertiban umum,” kata Ramlan menjawab pertanyaan media. Komitmen itu diwujudkan lewat penataan parkir, jaminan keamanan, hingga kenyamanan ruang publik.
Untuk menggema secara global, kampanye digital dan tayangan promosi akan dirilis masif ke media sosial mulai 1 Juni 2026. Rangkaian acara rakyat juga telah disiapkan: pentas seni di pelataran Jam Gadang, pemutaran film sejarah Jam Gadang, lomba foto Jam Gadang yang sedang berlangsung, serta makan gratis makanan tradisional Minangkabau yang digelar di kawasan Jam Gadang. tutup Ramlan.






