Perkuat Integritas Petugas, Lapas Bukittinggi Ikuti FGD Kelayan Binter dan Pembekalan Spiritual Leadership di Padang
PADANG, TerasnagariNews.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bukittinggi menunjukkan komitmen penguatan kinerja organisasi dengan mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Kelompok Layanan Bimbingan Integrasi (Kelayan Binter) dan Pengarahan Kepala Kantor Wilayah, di Padang, Selasa (6/10/2026).
Kegiatan strategis tersebut diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Barat bekerja sama dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Padang.
Bertempat di Hotel HW Padang, kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai dan diikuti oleh perwakilan Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se-Sumatera Barat, termasuk jajaran Lapas Kelas IIA Bukittinggi.
Pelaksanaan FGD ini merupakan tindak lanjut konkret dari Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Nomor M.IP-01.PK.04.02 Tahun 2026 tentang Pedoman Pembentukan Kelompok Layanan Bimbingan Integrasi pada Balai Pemasyarakatan.
Selain sebagai implementasi regulasi baru, kegiatan ini juga digelar sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan penguatan nilai-nilai kepemimpinan bagi seluruh jajaran dalam pelaksanaan tugas dan fungsi kedinasan.
Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti dua agenda utama yang saling berkaitan. Agenda pertama adalah Focus Group Discussion (FGD) Pembentukan Kelompok Layanan Bimbingan Integrasi (Kelayan Binter).
Agenda kedua adalah pengarahan langsung dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Barat dengan mengusung tema utama “Spiritual Leadership”.
Keikutsertaan Lapas Kelas IIA Bukittinggi dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan untuk meningkatkan pemahaman terhadap setiap kebijakan terbaru di bidang pemasyarakatan.
Terutama, partisipasi tersebut difokuskan untuk memperkuat pelaksanaan tugas Pemasyarakatan, khususnya dalam mendukung layanan bimbingan dan integrasi bagi warga binaan agar berjalan lebih optimal dan humanis.
Melalui pengarahan bertema Spiritual Leadership, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat fondasi kepemimpinan yang berlandaskan integritas, keteladanan, dan tanggung jawab.
Nilai-nilai positif tersebut diharapkan dapat terinternalisasi dan diimplementasikan secara nyata oleh seluruh petugas dalam pelaksanaan tugas kedinasan sehari-hari.






