81 Warga Binaan Lapas Bukittinggi Ikuti Asesmen Menuju Program Rehabilitasi dan Reedukasi Terarah
BUKITTINGGI, TerasnagariNews.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bukittinggi memantapkan langkah pembinaan dengan menggelar asesmen Rehabilitasi dan Reedukasi bagi 81 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Langkah ini menjadi fondasi penting untuk memastikan program pembinaan berjalan lebih terarah, manusiawi, dan tepat sasaran.
Kegiatan asesmen tersebut dilaksanakan pada Rabu (7/10/2026) mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Bertempat di Aula Tuanku Imam Bonjol Lapas Kelas IIA Bukittinggi, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan fokus dan kondusif.
Asesmen ini tidak dilakukan secara sepihak. Lapas Kelas IIA Bukittinggi menggandeng Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) Bukittinggi. Kolaborasi ini dilakukan untuk memastikan proses pemetaan dan penilaian terhadap warga binaan dilakukan secara objektif dan komprehensif.
Sebanyak 81 orang WBP menjadi peserta dalam kegiatan ini. Untuk mendukung kelancaran proses, Lapas menerjunkan 12 orang Asesor internal, didampingi 4 orang PK dari Bapas Bukittinggi, serta 3 orang tenaga medis dari Lapas Kelas IIA Bukittinggi.
Tim asesor melakukan pendalaman secara terarah terhadap masing-masing warga binaan. Proses ini bertujuan untuk memperoleh gambaran utuh mengenai kondisi psikologis, kebutuhan pembinaan, hingga potensi yang dimiliki warga binaan sebagai dasar penentuan intervensi.
Menurut pihak Lapas, asesmen yang komprehensif menjadi kunci utama keberhasilan program. Dengan data hasil asesmen, bentuk pembinaan dalam program Rehabilitasi dan Reedukasi nantinya dapat disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan setiap individu, sehingga manfaat yang diterima menjadi lebih optimal.
Dari sisi pelaksanaan, seluruh rangkaian kegiatan dilaporkan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Panitia pelaksana tetap berpegang teguh pada ketentuan dan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Lapas Kelas IIA Bukittinggi, Nanang Rukmana, menegaskan bahwa asesmen ini bukan sekadar formalitas. “Pelaksanaan asesmen merupakan bagian penting dalam mendukung penyelenggaraan pembinaan yang terarah dan berkelanjutan bagi warga binaan,” ujar Nanang.
Ia menambahkan, melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Bukittinggi terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pembinaan. Tidak hanya berorientasi pada pembinaan selama di dalam Lapas, namun juga berfokus pada proses reintegrasi sosial.
Komitmen tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan agar ketika selesai menjalani masa pidana, mereka dapat kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, berdaya, dan siap berkontribusi secara positif.







