Tiga Ekor Anak Harimau Terpantau CCTV Stasiun GAW Koto Tabang, Wali Nagari Imbau Warga Waspada Saat ke Kebun

- Penulis

Senin, 23 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koto Rantang – Warga Nagari Koto Rantang dikejutkan dengan kemunculan tiga ekor anak harimau yang terekam kamera pengawas (CCTV) di kawasan Stasiun GAW Koto Tabang, pada pukul 02.00 WIB dini hari. Rekaman tersebut memperlihatkan ketiga satwa liar itu melintas di sekitar area stasiun yang berada tidak jauh dari permukiman dan lahan perkebunan masyarakat.

Stasiun GAW Koto Tabang sendiri merupakan bagian dari fasilitas pengamatan atmosfer milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang berlokasi di kawasan Koto Tabang, Kabupaten Agam. Lokasi ini dikenal berada di wilayah yang masih berdekatan dengan kawasan hutan, habitat alami satwa liar seperti Harimau Sumatera.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, rekaman CCTV memperlihatkan tiga anak harimau tersebut berjalan beriringan melintasi area terbuka di sekitar stasiun. Tidak terlihat adanya induk harimau dalam rekaman tersebut, namun warga diminta tetap meningkatkan kewaspadaan karena besar kemungkinan induknya berada tidak jauh dari lokasi.

Menanggapi kejadian itu, Wali Nagari Koto Rantang, Agus Parta Wijaya, mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama saat beraktivitas di kebun atau ladang yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Nagari Koto Rantang agar lebih waspada ketika pergi ke kebun, terutama pada pagi buta atau menjelang malam hari. Jika memungkinkan, jangan pergi sendiri dan selalu berkoordinasi dengan perangkat nagari apabila melihat tanda-tanda keberadaan satwa liar,” ujar Agus Parta Wijaya.

Ia juga meminta warga untuk tidak bertindak gegabah, apalagi mencoba mendekati atau menangkap satwa tersebut. Menurutnya, harimau merupakan satwa yang dilindungi dan menjadi bagian penting dari ekosistem hutan.

Pemerintah nagari berencana berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan langkah penanganan yang tepat, termasuk sosialisasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah mitigasi konflik antara manusia dan satwa liar.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa wilayah Nagari Koto Rantang masih berada dalam kawasan penyangga habitat satwa liar. Oleh karena itu, kesadaran dan kewaspadaan bersama sangat diperlukan agar aktivitas masyarakat tetap aman tanpa mengganggu keseimbangan alam.

(Basa)

Follow WhatsApp Channel www.terasnagarinews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Barito kini

AWAS KABUT ASAP SELIMUTI KOTO RANTANG, PEMERINTAH NAGARI BAGIKAN MASKER KE SELURUH SISWA SEKOLAH
JANGAN JADIKAN KELOMPOK TANI SEKADAR UJUNG TOMBAK: Proyek Rp162,7 Juta, Pekerjaan Disebut Hanya Diborong Sekitar Rp72 Juta.
Rehabilitasi Perkantoran Pemerintah Nagari Koto Rantang Resmi Dimulai untuk Tingkatkan Pelayanan Publik
BKSDA dan SINTAS Indonesia Lakukan Sosialisasi Mitigasi Interaksi Negatif Manusia – Harimau di Nagari Koto Rantang
Masyarakat Gotong Royong Bersihkan Material Longsor di Jalan Kabupaten Sitingkai–Matur, Arus Lalu Lintas Kembali Lancar.
BKSDA Pasang Kamera dan Perangkap Usai Harimau Muncul di Panarukoan Jorong Sitingkai
Tim Kecamatan Monitoring dan Pembinaan Perangkat Nagari Koto Rantang
Semangat Membangun Nagari, Bamus Koto Rantang Tetapkan Pengurus & Proker BUMNAG Lewat MUSNA Khusus

Barito kini

Selasa, 8 September 2026 - 04:04 WIB

AWAS KABUT ASAP SELIMUTI KOTO RANTANG, PEMERINTAH NAGARI BAGIKAN MASKER KE SELURUH SISWA SEKOLAH

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:51 WIB

JANGAN JADIKAN KELOMPOK TANI SEKADAR UJUNG TOMBAK: Proyek Rp162,7 Juta, Pekerjaan Disebut Hanya Diborong Sekitar Rp72 Juta.

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:01 WIB

Rehabilitasi Perkantoran Pemerintah Nagari Koto Rantang Resmi Dimulai untuk Tingkatkan Pelayanan Publik

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:28 WIB

BKSDA dan SINTAS Indonesia Lakukan Sosialisasi Mitigasi Interaksi Negatif Manusia – Harimau di Nagari Koto Rantang

Minggu, 17 Mei 2026 - 07:28 WIB

Masyarakat Gotong Royong Bersihkan Material Longsor di Jalan Kabupaten Sitingkai–Matur, Arus Lalu Lintas Kembali Lancar.

Iko baru barito