Dari Gunung Bungsu Taeh Bukik, 142 Atlet Paralayang Sumbar Tempa Kekuatan Menuju Porprov 2026

- Penulis

Selasa, 1 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari Gunung Bungsu Taeh Bukik, 142 Atlet Paralayang Sumbar Tempa Kekuatan Menuju Porprov 2026

LIMAPULUH KOTA, TerasnagariNews.com – Langit di kawasan Taeh Bukik, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, tepatnya di Gunung Bungsu, dipadati puluhan parasut warna-warni. Sekitar 142 atlet paralayang dari berbagai daerah di Sumatera Barat memusatkan latihan bersama di lokasi tersebut sebagai persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumbar 2026, Minggu (30/8/2026).

Latihan bersama yang diinisiasi Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Sumbar ini digelar selama dua hari, pada 29–30 Agustus 2026. Kegiatan tersebut melibatkan atlet dari sejumlah kabupaten dan kota di Sumbar. Selain mengasah kemampuan teknis, latihan ini menjadi ajang untuk menyamakan pola latihan, membangun kekompakan tim, dan memperkuat kesiapan atlet menjelang Porprov yang dijadwalkan dibuka pada 2 Oktober 2026 mendatang.

Ketua Harian FASI Sumbar, Letnan Kolonel Sus Firdaus, mengatakan latihan bersama ini menjadi krusial karena para atlet berasal dari daerah dengan pola pembinaan yang berbeda-beda. “Latihan bersama ini tujuannya menyatukan pola, menyatukan semangat, sekaligus mempererat silaturahim antar-atlet karena mereka berasal dari berbagai kabupaten dan kota,” kata Firdaus di sela kegiatan.

Firdaus menjelaskan, dari sekitar 140 peserta aktif yang terdaftar di FASI Sumbar dan mengikuti kegiatan tersebut, tidak seluruhnya akan diturunkan pada Porprov Sumbar 2026. Hal ini karena sebagian peserta masih berstatus pemula dan baru menjalani latihan dasar atau bahkan penerbangan perdana.

Menurut dia, olahraga dirgantara memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan cabang olahraga lain karena sangat bergantung pada kondisi cuaca. Tantangan lainnya adalah harga peralatan yang relatif mahal. Satu set paramotor, misalnya, dapat mencapai sekitar Rp 160 juta, sedangkan perangkat paralayang terbaru sekitar Rp 86 juta. Setiap atlet juga diwajibkan memiliki lisensi sebelum melakukan penerbangan.

Keterbatasan peralatan menjadi persoalan tersendiri dalam pembinaan. Sebagian peralatan yang digunakan atlet saat ini bahkan telah berusia empat hingga enam tahun. Padahal, di sisi lain, Sumatera Barat memiliki potensi pengembangan venue olahraga dirgantara yang sangat besar. FASI mencatat ada sekitar 29 lokasi yang secara administratif berpotensi dikembangkan untuk cabang paralayang, gantole, dan paramotor.

Firdaus menilai potensi venue tersebut harus dibarengi dengan pembinaan dan regenerasi atlet yang serius. Saat ini sejumlah atlet paralayang masih berstatus pelajar SMP dan SMA. Menurutnya, regenerasi ideal dilakukan lebih dini. “Regenerasi lebih bagus merekrut sejak usia kelas lima SD sampai kelas dua SMP, masa mereka berkarier lebih panjang,” ujarnya.

Salah satu pusat pembinaan yang tumbuh pesat di kawasan itu adalah Bungsu Aero Sport (BUAS) Club. Klub yang berdiri sejak 2013 tersebut telah melahirkan atlet berprestasi di tingkat nasional hingga internasional. Pelatih BUAS, Dodo Yuda Kusuma, mengatakan sedikitnya empat atlet binaannya telah mencapai level internasional, sementara saat ini terdapat 47 atlet aktif yang rutin berlatih.

BUAS mencatat sejumlah prestasi mentereng, antara lain medali emas FAI World Accuracy Championship di Sopot, Bulgaria, pada 2023, juara dunia sekaligus emas Paragliding Accuracy World Cup (PGAWC) di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada 2024, serta emas kejuaraan internasional di Thailand pada 2025. Di tingkat nasional, BUAS meraih emas Porprov Sumbar 2018 dan PON Papua.

Dodo menjelaskan, pembinaan di BUAS dilakukan secara disiplin sejak usia dini, yakni mulai dari siswa kelas V SD hingga kelas III SMP. Targetnya, atlet dapat mencapai level nasional setelah sekitar tiga tahun latihan dan level internasional pada tahun keempat. Latihan rutin digelar Kamis hingga Minggu di Gunung Bungsu, sementara saat libur sekolah latihan dapat dilakukan setiap hari.

Namun, Dodo berharap pemerintah daerah meningkatkan perhatian terhadap pembinaan olahraga dirgantara, khususnya paralayang. Ia meminta dukungan konkret berupa perbaikan akses jalan menuju Gunung Bungsu, peningkatan lapangan pendaratan, serta bantuan penyediaan peralatan terbang yang layak.

Pengembangan kawasan tersebut juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Nagari Taeh Bukik. Pengulu Nagari Taeh Bukik, Hardimus Dt. Penghulu Bosa, mengatakan nagari telah menyediakan lahan untuk kegiatan paralayang melalui skema sewa. Kontrak lahan tersebut akan berakhir pada 2027 dan nagari berencana memperpanjangnya hingga 30 tahun. “Insyaallah kami dari nagari sudah mempersiapkan untuk memperpanjang. Kalau bisa itu untuk 30 tahun ke depan,” ujar Hardimus. Menurutnya, pengembangan dilakukan melalui kolaborasi dengan Kerapatan Adat Nagari (KAN), Bundo Kanduang, pelatih paralayang, hingga Lanud Padang, bahkan sejumlah anak Nagari Taeh Bukik telah berprestasi hingga tingkat dunia dan sebagian kemudian bergabung dengan TNI Angkatan Udara. Ke depan, Nagari Taeh Bukik mendorong pengembangan paralayang sebagai bagian dari wisata olahraga yang terintegrasi dengan embung yang berpotensi menjadi destinasi wisata air, sehingga kolaborasi olahraga, pariwisata, dan UMKM diharapkan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat. Komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota telah dilakukan, bahkan pada 2021 pihak nagari mengundang kepala daerah dan Wakil Wali Kota Payakumbuh untuk melihat langsung potensi kawasan. “Harapan saya khususnya kepada Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota untuk selalu mendukung paralayang yang ada di Nagari Taeh Bukik,” katanya.

Follow WhatsApp Channel www.terasnagarinews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Barito kini

Senam Pagi Bersama Warga Kayu Kubu, Jadi Ajang Menjaga Kebugaran dan Mempererat Silaturahmi
Wajah Baru Bukittinggi: Taman Depan DPRD Direvitalisasi, Pinus Tua Diganti Tabebuya Ala Sakura Tropis
Sinergi Cetak WBP Kreatif, Lapas Bukittinggi Teken Kerja Sama Pelatihan Vokasi dengan BLK se-Sumbar
DPC GRIB JAYA 50 Kota Semarakkan HUT RI ke-81, Bendera Merah Putih Raksasa Dibentangkan di Tebing Lembah Harau
Semarak HUT RI ke-81, GRIB Jaya Sumbar Gelar Jalan Santai Berhadiah Motor Listrik dan Bakti Sosial melaksanakan Donor Darah
Sinergi Merah Putih: Lapas dan Bapas Bukittinggi Gelar Fun Walk di Jantung Kota Jam Gadang Sambut HUT ke-81 RI
Gema Merdeka dari Balik Jeruji: WBP Lapas Bukittinggi Adu Bakat Vokal di LABUKTI IDOL
Dari Lapas untuk Masyarakat: Bukittinggi Gelar Bersih Masjid Sambut HUT ke-81 RI

Barito kini

Selasa, 1 September 2026 - 11:14 WIB

Dari Gunung Bungsu Taeh Bukik, 142 Atlet Paralayang Sumbar Tempa Kekuatan Menuju Porprov 2026

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:57 WIB

Senam Pagi Bersama Warga Kayu Kubu, Jadi Ajang Menjaga Kebugaran dan Mempererat Silaturahmi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 09:44 WIB

Wajah Baru Bukittinggi: Taman Depan DPRD Direvitalisasi, Pinus Tua Diganti Tabebuya Ala Sakura Tropis

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:37 WIB

Sinergi Cetak WBP Kreatif, Lapas Bukittinggi Teken Kerja Sama Pelatihan Vokasi dengan BLK se-Sumbar

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:40 WIB

DPC GRIB JAYA 50 Kota Semarakkan HUT RI ke-81, Bendera Merah Putih Raksasa Dibentangkan di Tebing Lembah Harau

Iko baru barito