Wajah Baru Bukittinggi: Taman Depan DPRD Direvitalisasi, Pinus Tua Diganti Tabebuya Ala Sakura Tropis
BUKITTINGGI, TerasnagariNews.com – Pemerintah Kota Bukittinggi memulai transformasi wajah kota melalui revitalisasi Taman Depan DPRD. Proyek yang menjadi bagian dari konsep Integrated City Planning (ICP) ini dirancang untuk meningkatkan estetika kota dengan mengganti vegetasi lama menjadi taman yang dipenuhi tanaman hias tropis.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bukittinggi, Aldiasnur, menjelaskan bahwa revitalisasi ini merupakan langkah awal penataan estetika perkotaan. Saat ini, proses pembangunan di lapangan tengah berjalan dengan agenda pembongkaran taman lama, termasuk penebangan pohon pinus yang selama ini tumbuh di lokasi tersebut.
“Pembangunan yang masuk dalam konsep ICP ini, sudah mulai kita laksanakan. Tahapannya, membongkar dulu taman yang lama, termasuk pohon pinus yang ada di lokasi,” ungkap Aldiasnur di Bukittinggi, Selasa.
Menurutnya, penebangan pohon pinus harus dilakukan demi mendukung pekerjaan revitalisasi agar hasilnya maksimal. Dari hasil kajian, pohon pinus tersebut dinilai sudah cukup tua, akarnya telah menyebar hingga ke badan jalan raya, dan bagian tengah batang mengalami pembusukan sehingga kondisinya mengkhawatirkan.
“Kita tebang pohon itu sekarang, nanti kita ganti dengan tanaman hias yang lebih cocok dan mendukung estetika kota. Penebangan memang harus kita lakukan karena dari segi usia sudah cukup tua, akarnya sudah menyebar juga hingga ke jalan raya, bagian tengah dari batang pohon sudah mengalami pembusukan, ditambah lagi dengan buah pohon pinus yang bisa membahayakan pengguna jalan,” jelasnya.
Aldiasnur menegaskan, penebangan pohon tua bukan hanya dilakukan di Taman Depan DPRD. Dalam beberapa bulan terakhir, DLH juga telah melakukan penebangan serupa di sejumlah titik di Kota Bukittinggi untuk mencegah akar merusak jalan dan trotoar serta buah yang jatuh membahayakan pengguna jalan.
Sebagai pengganti, DLH menyiapkan pohon tabebuya yang dinilai jauh lebih aman dan estetis. Pohon ini memiliki sistem akar tunggang yang tidak merusak fondasi bangunan maupun jalan di sekitarnya. Fungsinya tetap sebagai tanaman pelindung, namun dengan nilai estetika yang lebih tinggi.
“Setelah ditebang, kita ganti dengan pohon tabebuya, yang memiliki akar tunggang yang aman dan tidak merusak fondasi bangunan atau jalan di sekitarnya. Fungsinya tetap sebagai tanaman pelindung dan sebagai penambah estetika kota. Apalagi, empat kali dalam satu tahun, tabebuya ini akan berbunga, layaknya bunga sakura yang hidup di daerah dengan iklim tropis,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Kota Bukittinggi, Hefrinal Lubis, merinci jadwal pelaksanaan proyek. Revitalisasi Taman Depan DPRD tersebut telah dimulai sejak 20 Agustus 2026 dan ditargetkan rampung pada 27 November 2026 mendatang.
Hefrinal menambahkan, keputusan mengganti pohon pinus juga karena fungsi ekologisnya sebagai pohon pelindung sudah tidak lagi maksimal. Kondisi pohon yang lapuk di bagian tengah batang membuatnya tidak layak dipertahankan.
“Kita sudah mulai pekerjaan revitalisasi taman depan DPRD sejak 20 Agustus 2026 lalu. Pohon-pohon tua yang ada di lokasi, kondisinya sudah tidak layak dan fungsi sebagai pohon pelindung tidak lagi maksimal. Sehingga nanti kita akan ganti dengan pohon Kamboja Fosil dan bunga-bunga yang lebih menarik,” ungkap Hefrinal.
Dalam desain baru yang telah direncanakan, Taman Depan DPRD tidak hanya akan ditanami Kamboja Fosil dan beragam bunga hias yang cocok dengan iklim tropis Bukittinggi, tetapi juga akan dilengkapi dengan beberapa anak tangga dan air mancur untuk memperkuat kesan modern dan mempercantik wajah kota.







