Harganas ke-33, Kalapas Bukittinggi Gaungkan “Ayah Wajib Hadir” Demi Generasi Emas 2024
BUKITTINGGI – TerasnagariNew.com Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33 tahun 2026 dijadikan momentum penting oleh Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bukittinggi untuk menegaskan kembali peran sentral keluarga dalam membangun bangsa. Pada Selasa, 29 Juli 2026, Kepala Lapas Kelas IIA Bukittinggi Nanang Rukmana, A.Md.IP., S.Sos. menyampaikan ucapan Selamat Hari Keluarga Nasional ke-33 dengan pesan yang kuat dan mengena.
Dalam pernyataannya, Nanang Rukmana mengusung tema “Ayah Wajib Hadir” sebagai ajakan moral bagi seluruh kepala keluarga di Indonesia. Menurutnya, kehadiran ayah bukan sekadar fisik, melainkan juga keterlibatan emosional dan spiritual dalam mendidik anak.
“‘Ayah Wajib Hadir’ untuk mewujudkan keluarga berkualitas, kuat, dan sejahtera. Ini melahirkan generasi unggul untuk Indonesia Emas 2024,” tegas Nanang Rukmana, A.Md.IP., S.Sos., Selasa 29 Juli 2026.
Nanang menekankan bahwa keluarga merupakan madrasah pertama dan utama bagi setiap anak. Di lingkungan keluarga, nilai-nilai dasar kehidupan ditanamkan sebelum anak berinteraksi dengan dunia luar. Karena itu, pondasi yang dibangun di rumah akan sangat menentukan arah masa depan bangsa.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa peran ayah yang hadir, peduli, dan terlibat aktif adalah kunci dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan tangguh. Ayah tidak hanya bertugas sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai teladan, pelindung, dan sahabat bagi anak-anaknya.
Konsep “Ayah Wajib Hadir” yang digaungkan Kalapas Bukittinggi ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menurunkan angka stunting, meningkatkan kualitas pendidikan karakter, serta menekan kasus kenakalan remaja. Keterlibatan ayah dinilai mampu memberi rasa aman dan kepercayaan diri pada anak.
Meski disampaikan dari balik tembok lembaga pemasyarakatan, pesan tersebut justru memiliki makna mendalam. Nanang Rukmana berharap, semangat Hari Keluarga Nasional ke-33 ini dapat menembus berbagai lapisan masyarakat, termasuk warga binaan, agar kelak dapat kembali ke tengah keluarga dengan peran yang lebih baik.
“Mari wujudkan keluarga harmonis untuk Indonesia Emas 2024,” ungkap Nanang Rukmana menutup pernyataannya. Pesan ini menjadi pengingat bahwa membangun bangsa yang besar selalu dimulai dari rumah, dari keluarga yang utuh, dan dari ayah yang hadir sepenuhnya.






