Bukittinggi, 17 Juli 2026 – Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatra Barat menggelar Bimbingan Teknis Perkoperasian bagi kelompok koperasi se-Bukittinggi dan Agam, Rabu 17 Juni 2026. Bertempat di Hotel Nikita Bukittinggi, kegiatan ini menyedot perhatian pelaku koperasi kopi dan madu yang ingin membawa usaha bersama mereka naik level.
Kegiatan strategis ini terselenggara berkat dana Pokok Pikiran (Pokir) dari Asril S.E, Anggota DPRD Provinsi Sumatra Barat. Dukungan Pokir tersebut menjadi bukti nyata komitmen legislatif mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui koperasi yang sehat dan produktif di Sumbar.
Bimtek ini turut dihadiri jajaran DPRD Kota Bukittinggi yang menunjukkan sinergi lintas level. Tampak hadir Zulhamdi Nova Candra I.B A.Md, Neni Anita S.H, M. Taufik S.Ag M.M, yang bersama-sama menyimak materi sekaligus memberi dukungan moral kepada peserta dari Koperasi Kopi Bukittinggi Agam dan Koperasi Madu Madani.
Bertindak sebagai pembicara utama, Asril S.E langsung menggebrak dengan konsep yang ia sebut “Aksi 90 Hari Koperasi”. Menurutnya, koperasi tidak boleh jalan di tempat. Harus ada gerakan terukur dalam 3 bulan pertama. “Jangan tunggu tahunan untuk berubah,” tegasnya di hadapan peserta.
Dalam paparannya, Asril merinci empat langkah konkret Aksi 90 Hari. Pertama, petakan talenta anggota. Kenali siapa jago pemasaran, siapa ahli produksi. Kedua, bentuk tim kerja yang solid berdasarkan talenta itu. Ketiga, tetapkan target kelompok yang jelas dan terukur. Keempat, lakukan evaluasi bulanan tanpa kompromi.
Tak hanya soal aksi, Asril S.E juga mengupas ciri-ciri koperasi yang berhasil. Ia menekankan tiga indikator utama: anggota yang aktif bukan hanya saat RAT, peningkatan produksi yang konsisten, dan kualitas produk yang terus membaik. “Kalau anggota pasif, produksi stagnan, kualitas begitu-begitu saja, artinya koperasi kita sakit,” ujarnya.
Poin yang paling ditekankan Asril adalah regenerasi kepemimpinan. Dengan suara lantang ia menyampaikan, “Pemimpin terbaik bukan yang paling banyak bekerja, tetapi yang membuat anggota mampu bekerja dan berkembang”. Pesan ini disambut anggukan peserta, menyadari bahwa koperasi butuh kader, bukan “superman”.

Suasana Bimtek semakin berbobot dengan hadirnya pemateri penutup, Dr. H. Endrizal S.E M.Si, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatra Barat. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah mendampingi koperasi. “Kami akan membantu wujudkan koperasi bapak/ibuk bisa berjalan seperti mestinya,” ucapnya.
Endrizal juga mengapresiasi kolaborasi dengan DPRD melalui dana Pokir Pak Asril. Menurutnya, sinergi eksekutif dan legislatif ini adalah bahan bakar untuk akselerasi. “Dengan bantuan pokir pak Asril, kita akan menjadi orang-orang sukses di 5 tahun ke depan,” katanya, menumbuhkan optimisme peserta.
Koperasi Kopi Bukittinggi Agam dan Koperasi Madu Madani yang hadir mengaku mendapat energi baru. Materi “Aksi 90 Hari” dinilai membumi dan bisa langsung dipraktikkan. Mereka berharap pendampingan tidak berhenti di Bimtek, tetapi berlanjut hingga koperasi benar-benar mandiri dan berdaya saing.
Dengan berakhirnya Bimtek ini, Dinas Koperasi dan UKM Sumbar berharap lahir gerakan baru di dunia perkoperasian. Targetnya jelas: dari Bukittinggi, koperasi yang aktif, produktif, berkualitas, dan dipimpin kader-kader baru akan tumbuh dan menjadi motor ekonomi rakyat Sumbar dalam lima tahun mendatang.





