Bukittinggi – Suasana berbeda terasa di Lapangan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bukittinggi, Selasa (20/05/2026). Di bawah langit pagi yang cerah, barisan rapi petugas, warga binaan, dan peserta magang berdiri tegap mengikuti Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118. Momen ini bukan sekadar seremoni, tapi jadi bukti nyata semangat nasionalisme tetap menyala di balik tembok pemasyarakatan.
Upacara yang dimulai tepat waktu itu berlangsung khidmat sejak awal. Seluruh peserta, termasuk warga binaan yang mengenakan seragam rapi, mengikuti rangkaian acara dengan penuh disiplin. Kehadiran peserta magang yang tengah bertugas di Lapas Kelas IIA Bukittinggi juga memberi warna tersendiri, sekaligus menjadi ajang pembelajaran langsung tentang pengabdian dan kedisiplinan di instansi pemerintah.
Bertindak sebagai inspektur upacara, Kepala Lapas Kelas IIA Bukittinggi membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa Harkitnas ke-118 Tahun 2026 adalah pengingat penting atas perjuangan para pendiri bangsa. Semangat persatuan, kesadaran nasional, dan gotong royong disebut sebagai fondasi utama untuk membawa Indonesia terus maju di tengah tantangan zaman.
Rangkaian upacara berjalan tertib dan penuh makna. Dimulai dengan pengibaran Sang Saka Merah Putih yang diiringi lagu Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan teks Pancasila, pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, hingga ditutup dengan doa bersama. Setiap detik upacara diikuti dengan sikap sempurna oleh seluruh peserta, mencerminkan penghormatan mendalam pada nilai-nilai kebangsaan.
Kepala Lapas Kelas IIA Bukittinggi menekankan bahwa keikutsertaan warga binaan bukan hanya formalitas. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan karakter dan penanaman nilai-nilai kebangsaan di lingkungan pemasyarakatan. “Ini cara kami menanamkan bahwa rasa cinta tanah air dan disiplin tidak mengenal batas ruang. Di mana pun berada, kontribusi untuk Indonesia tetap bisa diwujudkan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa peringatan Harkitnas tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan. Momentum ini harus menjadi pemantik semangat kebersamaan, integritas, dan komitmen seluruh jajaran dalam memberikan pelayanan serta pembinaan yang optimal. Baik petugas, warga binaan, maupun peserta magang diajak merefleksikan kembali peran masing-masing untuk Indonesia yang lebih maju.
“Melalui peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 ini, kami berharap semua pihak dapat menumbuhkan kembali semangat persatuan, disiplin, serta kontribusi positif. Sekecil apa pun peran kita, jika dilakukan dengan sungguh-sungguh akan berdampak besar bagi bangsa,” tegas Kepala Lapas dalam sambutannya.
Dengan terlaksananya upacara ini, Lapas Kelas IIA Bukittinggi menegaskan komitmennya dalam menanamkan nasionalisme dan memperkuat karakter kebangsaan. Lingkungan pemasyarakatan diarahkan menjadi ruang yang tidak hanya aman dan tertib, tetapi juga harmonis, produktif, dan berintegritas — sejalan dengan semangat kebangkitan yang diwariskan para pendiri bangsa 118 tahun silam.






