Buya Gusrizal Gazahar Soroti Penggunaan ” Daster ”  dalam Perayaan 17 Agustus: Jangan Abaikan Nilai Agama, Adat dan Kepantasan

- Penulis

Senin, 10 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PADANG — Buya Dr. H. Gusrizal Gazahar, Lc. M.Ag mantan ketua Majelis Ulama  Indonesia (MUI) Sumatera Barat periode 2020 – 2025  menyoroti fenomena penggunaan daster atau pakaian yang identik dengan busana perempuan oleh laki-laki dalam sejumlah kegiatan hiburan dan perlombaan dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurutnya, semarak perayaan HUT Kemerdekaan hendaknya tetap memperhatikan nilai agama, adat, kesopanan, serta norma yang hidup di tengah masyarakat. Kegiatan untuk memeriahkan 17 Agustus seharusnya tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat karakter dan jati diri masyarakat.

‎“Mengantisipasi perilaku menyimpang membutuhkan kebersamaan seluruh pihak. Kita perlu menghilangkan sikap permisif terhadap berbagai bentuk perilaku yang bertentangan dengan nilai agama dan norma masyarakat, pembiaran hal sepeli ini bertolak belaka g dengan semangat penolakan LGBT yang selama ini dideklarasikan ” demikian pandangan yang disampaikan.

‎Ia menilai, penampilan yang mempertontonkan laki-laki mengenakan pakaian perempuan atau sebaliknya, meskipun dikemas sebagai hiburan atau perlombaan, perlu dipertimbangkan kembali dari aspek kepantasan dan dampaknya terhadap nilai-nilai yang hendak diwariskan kepada generasi muda.

‎Menurutnya, persoalan tersebut bukan semata-mata mengenai sehelai pakaian, melainkan menyangkut pesan dan keteladanan yang ditampilkan dalam ruang publik, terlebih ketika kegiatan tersebut diselenggarakan secara terbuka dan melibatkan anak-anak serta remaja.

‎Ia juga mengingatkan seluruh pihak agar tidak menerapkan standar ganda dalam menyikapi persoalan nilai dan norma. Jika masyarakat dan pemerintah daerah selama ini menyatakan pentingnya menjaga generasi muda dari pengaruh perilaku yang dianggap tidak sesuai dengan nilai agama dan budaya, maka komitmen tersebut juga perlu tercermin dalam penyelenggaraan berbagai kegiatan masyarakat.

‎“Di satu sisi kita berbicara tentang pentingnya menjaga generasi muda dan menolak perilaku yang bertentangan dengan nilai agama. Namun di sisi lain, jangan sampai kegiatan yang justru memberikan contoh atau normalisasi terhadap sesuatu yang kita anggap tidak sesuai dengan nilai tersebut malah dibiarkan atau difasilitasi. Di sinilah pentingnya konsistensi,” katanya.

‎Karena itu, ia mengajak panitia perayaan HUT Kemerdekaan, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, serta seluruh elemen masyarakat untuk lebih selektif dalam menentukan bentuk perlombaan dan hiburan.

Menurutnya, masih banyak bentuk kegiatan kreatif yang dapat menghadirkan kegembiraan dalam perayaan kemerdekaan tanpa harus mengabaikan nilai kesopanan dan budaya lokal.

‎“Semangat kemerdekaan harus kita isi dengan kegiatan yang mendidik, menghibur sekaligus memperkuat karakter. Kita ingin anak-anak dan generasi muda mendapatkan tontonan yang baik, bukan sekadar hiburan yang mengundang tawa sesaat dan mengabaikan nilai agama ” tegasnya.

‎Ia menambahkan, kritik terhadap penggunaan pakaian yang tidak sesuai dengan norma kepantasan dalam kegiatan publik hendaknya tidak dipandang sebagai upaya mengurangi kemeriahan perayaan kemerdekaan. Sebaliknya, hal tersebut merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk menjaga ruang publik agar tetap sejalan dengan nilai agama, adat dan budaya masyarakat Sumatera Barat.

‎“Memeriahkan kemerdekaan tentu penting. Tetapi kemeriahan tidak boleh membuat kita kehilangan arah. Merdeka bukan berarti bebas mengabaikan nilai dan norma yang menjadi pegangan masyarakat,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel www.terasnagarinews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Barito kini

Jelang HUT ke-81 RI, Lapas Bukittinggi Gandeng PMI Gelar Aksi Donor Darah untuk Sesama
Gelorakan Semangat HUT Ke-81 RI, Lapas Kelas IIA Bukittinggi Gelar Lomba Tradisional Penuh Kebersamaan
Semarak di Balik Jeruji, Lapas Bukittinggi Kobarkan Semangat Kemerdekaan Lewat Pekan Olahraga dan Seni
Gerak Cepat Sat Resnarkoba Polresta Bukittinggi, Enam Paket Sabu Berhasil Diamankan
Lapas Bukittinggi Rayakan HUT Ke-81 RI dengan Aksi Nyata: Kesehatan WBP Jadi Prioritas Utama
Sambut HUT Ke-81 RI, Lapas Kelas IIA Bukittinggi Berbagi Sembako untuk Warga Sekitar
Permudah Warga Dalam Hal Pengurusan SIM, Satlantas Polres Payakumbuh Hadirkan Layanan Antar-Jemput Pemohon SIM
Reses di Mushala, Anggota DPRD Bukittinggi Arnis Malin Palimo Serap Aspirasi Warga Tarok Dipo Soal Ketertiban hingga Isu Sosial Remaja

Barito kini

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:19 WIB

Buya Gusrizal Gazahar Soroti Penggunaan ” Daster ”  dalam Perayaan 17 Agustus: Jangan Abaikan Nilai Agama, Adat dan Kepantasan

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:03 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Lapas Bukittinggi Gandeng PMI Gelar Aksi Donor Darah untuk Sesama

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:52 WIB

Gelorakan Semangat HUT Ke-81 RI, Lapas Kelas IIA Bukittinggi Gelar Lomba Tradisional Penuh Kebersamaan

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:41 WIB

Semarak di Balik Jeruji, Lapas Bukittinggi Kobarkan Semangat Kemerdekaan Lewat Pekan Olahraga dan Seni

Senin, 10 Agustus 2026 - 06:42 WIB

Gerak Cepat Sat Resnarkoba Polresta Bukittinggi, Enam Paket Sabu Berhasil Diamankan

Iko baru barito