Singkarak, terasnagarinews.com . Ketenangan warga Ubun-Ubun, Jorong Ujung Ladang, Nagari Koto Sani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, mendadak berubah menjadi kecemasan yang mencekam. Sosok Harimau Sumatra dilaporkan berkeliaran hingga ke area pemukiman dalam dua hari terakhir.
Awalnya, kehadiran sang predator hanya terdeteksi di kawasan perladangan. Namun situasi dengan cepat berubah ketika hewan buas itu memangsa anjing milik warga yang menjaga ladang. Kini, jejaknya semakin dekat—menyusup hingga ke pinggir perkampungan, meninggalkan bekas tapak yang membuat bulu kuduk merinding.
Ketakutan pun menyelimuti warga. Saat senja mulai turun, aktivitas seakan lumpuh. Pintu-pintu rumah tertutup rapat, dan tak ada lagi keberanian untuk melangkah keluar. Suasana yang biasanya hidup berubah sunyi, dipenuhi rasa waswas akan ancaman yang tak terlihat namun nyata.

Situasi semakin mengkhawatirkan karena keberadaan hewan tersebut tidak terpantau secara jelas. Hingga kini, warga tidak mengetahui pasti berapa jumlah harimau yang berkeliaran, mengingat tidak satupun kawasan Ubun-Ubun dilengkapi kamera pengawas (CCTV). Kondisi ini membuat potensi ancaman sulit diprediksi dan meningkatkan rasa cemas di tengah masyarakat.
Pemerintah nagari telah bergerak cepat. Wali Nagari Koto Sani, Erinal Dianto, S. H dikabarkan telah melayangkan surat resmi kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam wilayah Kabupaten Solok untuk segera mengambil tindakan.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Solok Fraksi Golkar, Trio Karno Vivo memaparkan kepada media Jumat ( 17/04/2026 ) yang juga putra asli Ujung Ladang, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia meminta warga mengurangi aktivitas ke ladang dan tidak bepergian sendirian demi menghindari risiko fatal.
“Untuk sementara waktu, kurangi aktivitas ke ladang. Jika terpaksa, jangan pergi sendiri karena sangat berisiko,” tegasnya.
Kondisi ini menuntut penanganan cepat dari pihak terkait. Dengan semakin seringnya jejak harimau ditemukan di sekitar permukiman, kekhawatiran akan jatuhnya korban jiwa semakin nyata. Warga berharap, sang “raja rimba” segera dikendalikan sesuai prosedur, sebelum teror ini berubah menjadi tragedi di wilayah yang berbatasan langsung dengan hutan belantara tersebut. ( abd21)






