BUKITTINGGI, TerasnagariNews.com – Anggota DPRD Kota Bukittinggi Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Guguak Panjang menggelar Reses Masa Sidang III Tahun 2026 di halaman Kantor Camat Guguak Panjang, Selasa (4/8/2026). Kegiatan yang digelar secara berkelompok itu menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan beragam persoalan yang mereka hadapi sehari-hari.
Reses kali ini dihadiri delapan anggota DPRD Dapil Guguak Panjang. Mereka adalah Wakil Ketua DPRD Bukittinggi Zulhamdi Nova Candra IB Zoebir Dt. Nagari Labiah, Dedi Candra, Andre Kresna Saputra, Zulkhairahmi, Rahmi Brisma, Nur Hasra, Vina Kumala, dan Dewi Anggraini. Acara dibuka langsung oleh Camat Guguak Panjang Heru Tri Astanawa dan diawali sambutan tokoh masyarakat Yusrizal Angku Nagari.
Wakil Ketua DPRD Bukittinggi Zulhamdi Nova Candra IB Zoebir Dt. Nagari Labiah mengungkapkan, reses kali ini didominasi aspirasi terkait kondisi sosial kemasyarakatan. Sejumlah persoalan mendasar yang selama ini dirasakan warga akhirnya mengemuka secara terbuka di hadapan wakil rakyat.
“Aspirasi yang muncul di antaranya masalah BPJS Kesehatan yang tidak berlaku saat keadaan darurat, seperti apabila masyarakat sakit saat waktu malam dikarenakan Puskesmas sudah tidak melakukan pelayanan di malam hari maka masyarakat langsung ke Rumah Sakit,” ujar Zulhamdi.
Selain itu, warga juga mengeluhkan persoalan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) atau desil. Banyak warga yang sebelumnya terdata di Desil 1, 2, 3, dan 4, tiba-tiba bergeser menjadi Desil 6 atau 7, sehingga tidak lagi menerima bantuan sosial dari pemerintah. Persoalan lain adalah belum meratanya layanan penjemputan sampah, seperti yang terjadi di daerah Bukik Cangang, serta minimnya kontribusi pemerintah terhadap Masjid Al Ikhwan Panorama yang berada di lingkungan objek wisata Panorama Lubang Jepang.
Namun, dari semua aspirasi tersebut, isu yang paling hangat dan menjadi perhatian serius adalah mitigasi bencana. Hal ini dinilai sangat krusial mengingat kondisi geografis Guguak Panjang yang berada di bibir tebing Ngarai Sianok.
“Di Kecamatan Guguak Panjang terdapat daerah yang berada di pinggiran tebing Ngarai seperti Kelurahan Bukik Cangang Kayu Ramang, Kelurahan Kayu Kubu, dan Kelurahan Bukik Apik Puhun sampai ke Panorama Baru,” jelas politisi Partai NasDem itu.
Menurutnya, langkah-langkah konkret untuk penanganan bencana harus segera dipersiapkan. Ia mengingatkan bahwa Bukittinggi berada tepat di atas Patahan Ngarai Sianok dan dalam lima tahun terakhir sering terjadi luapan air sungai Ngarai yang berdampak banjir bagi masyarakat sekitar.
Untuk itu, ia mendorong Pemerintah Kota melalui BPBD meminta bantuan ahli dari Fakultas Teknik Universitas Andalas untuk melakukan penelitian tentang Kedaruratan Bencana di Kota Bukittinggi. Ia juga menyoroti adanya dana Transfer ke Daerah (TKD) yang sejak Maret 2026 telah dikembalikan ke daerah, yang diharapkan dapat dimanfaatkan untuk penguatan mitigasi bencana sesuai arahan Pemerintah Pusat.
Di sisi lain, Zulhamdi juga menyinggung pentingnya penguatan ekonomi masyarakat melalui penciptaan kegiatan atau event pariwisata. Ia mencontohkan kesuksesan kegiatan 100 Tahun Jam Gadang yang mampu mendongkrak perputaran ekonomi warga.
Event yang dimaksud, kata dia, harus melibatkan remaja dan generasi muda dengan basis seni, budaya, tradisi, dan olahraga sesuai minat di setiap kelurahan. Kegiatannya bisa disebar di seluruh kelurahan dengan melibatkan Niniak Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai, sarato Bundo Kanduang, sekaligus mengangkat tradisi budaya lokal untuk dikembangkan sebagai daya tarik pariwisata.
Khusus untuk Guguak Panjang sebagai pusat Kota Bukittinggi yang memiliki empat pasar tradisional serta banyak cagar budaya dan peninggalan bersejarah sebagai magnet pariwisata, pemerintah dinilai perlu menata dan merapikan objek-objek wisata serta pasar tersebut. Tak kalah penting, edukasi tentang pelayanan prima kepada wisatawan harus diberikan kepada seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pedagang, petugas parkir, petugas kebersihan, hingga petugas keamanan.
Persoalan unik lainnya yang mengapung dalam reses tersebut adalah keberadaan spesies kera liar yang meresahkan warga, khususnya di Kelurahan Bukik Cangang Kayu Ramang. Keberadaan kera tersebut dinilai perlu penanganan serius dari pemerintah terkait.
Menanggapi berbagai aspirasi itu, delapan anggota DPRD Dapil Guguak Panjang juga menyoroti persoalan pendidikan, sosial, dan prioritas pembangunan. Mereka berharap pemerintah memberikan perhatian lebih pada kebutuhan-kebutuhan mendasar masyarakat. Mereka pun menilai, reses yang dilaksanakan secara berkelompok seperti ini seharusnya dihadiri langsung oleh para Kepala Dinas yang didampingi Kepala Bidang, agar aspirasi warga dapat langsung ditindaklanjuti secara teknis.






