BKSDA dan SINTAS Indonesia Lakukan Sosialisasi Mitigasi Interaksi Negatif Manusia – Harimau di Nagari Koto Rantang

- Penulis

Jumat, 24 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Barat bersama Yayasan SINTAS Indonesia menggelar sosialisasi mitigasi interaksi negatif antara manusia dan harimau Sumatera di Nagari Koto Rantang, Kabupaten Agam, Jumat 24 Juli 2026. Kegiatan ini menyasar  kelompok tani, pemuda, dan masyarakat yang tinggal di kawasan perbatasan hutan.

Kepala BKSDA Sumatera Barat menyampaikan bahwa konflik manusia-harimau masih menjadi tantangan di sejumlah nagari di Sumbar. Masuknya harimau ke lahan warga biasanya dipicu oleh berkurangnya habitat dan mangsa alami. Karena itu, pendekatan pencegahan dan pemahaman perilaku satwa dianggap lebih efektif dibanding tindakan reaktif.

Tim SINTAS Indonesia memaparkan data pemantauan jejak dan kamera trap di sekitar Nagari Koto Rantang selama 6 bulan terakhir. Hasilnya menunjukkan adanya harimau yang melintas di koridor antara hutan lindung dan kebun masyarakat. Jalur tersebut sering dilalui warga saat ke ladang di pagi dan sore hari.

Dalam sosialisasi, masyarakat diberikan materi praktis terkait cara aman beraktivitas di kebun dan hutan. Di antaranya tidak bekerja sendirian, membawa bunyi-bunyian, menghindari membawa daging mentah, serta tidak membuang sisa makanan di sekitar ladang. Warga juga diajarkan membedakan jejak harimau dengan jejak hewan lain.

BKSDA menekankan pentingnya pelaporan cepat jika ditemukan jejak, suara, atau kemunculan harimau. Masyarakat diminta segera menghubungi pos jaga BKSDA dan tidak melakukan perburuan atau perangkap. Penanganan akan dilakukan tim respon cepat dengan metode pengusiran ramah satwa dan pemasangan peringatan di titik rawan.

Selain aspek keselamatan, sosialisasi juga menyentuh solusi jangka panjang. SINTAS Indonesia mendorong penguatan kebun ramah satwa, pembuatan kandang ternak yang lebih aman, dan tidak membuka lahan baru yang masuk ke koridor harimau. Program ini akan didukung dengan pelatihan bagi kelompok tani dan pemuda nagari.

Wali Nagari Koto Rantang duwakili oleh sekretaris nagari Asmardeti, S. Pd. I menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, edukasi langsung sangat dibutuhkan karena sebagian besar warga menggantungkan hidup pada pertanian dan perkebunan di pinggir hutan. Ia berharap terbentuk tim siaga nagari yang bekerja sama dengan BKSDA untuk memantau dan menyebarkan informasi.

Kegiatan ditutup dengan simulasi pelaporan dan pemasangan spanduk imbauan di beberapa titik masuk kebun. BKSDA dan SINTAS menargetkan sosialisasi ini di gelar di 2 nagari yaitu matua hilia dan koto rantang tahun 2026. Tujuannya menekan konflik, melindungi harimau Sumatera yang terancam punah, sekaligus menjaga keselamatan warga.

Penulis : Labai

Follow WhatsApp Channel www.terasnagarinews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Barito kini

Nasdem Bukittinggi bagi 5.500 masker gratis saat kabut asap kiriman selimuti kota.
PAMSIMAS di Nagari Sirukam Terus Ditingkatkan, Perjuangan Zigo Rolanda dan Gotong Royong Warga Jadi Harapan Atasi Krisis Air Bersih
Pemerintah Nagari Koto Rantang Dampingi Dandim 0304/Agam Survei 14 Titik Usulan Jembatan Merah Putih
200 Bikers Konvoi Bukittinggi-Batusangkar, Lintas Komunitas Rajut Silaturahmi Sambil Promosi Wisata
UMKM Bukittinggi Girang Dihampiri Wamen Helvi, Janji Permudah Izin hingga Modal Rp 300 Triliun
Muaythai Bukittinggi Panen 3 Emas di Porprov Sumbar XVI, Sinyal Kuat Lahirnya Bibit Juara Baru
Dari Balik Tugas Penjagaan, Pegawai Lapas Bukittinggi Naik Podium Porprov Sumbar Lewat Gulat
Terpilih Aklamasi, Fauzan Haviz Nahkodai PMI Kota Bukittinggi Periode 2026-2031

Barito kini

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Nasdem Bukittinggi bagi 5.500 masker gratis saat kabut asap kiriman selimuti kota.

Minggu, 18 Oktober 2026 - 06:48 WIB

PAMSIMAS di Nagari Sirukam Terus Ditingkatkan, Perjuangan Zigo Rolanda dan Gotong Royong Warga Jadi Harapan Atasi Krisis Air Bersih

Senin, 12 Oktober 2026 - 03:14 WIB

Pemerintah Nagari Koto Rantang Dampingi Dandim 0304/Agam Survei 14 Titik Usulan Jembatan Merah Putih

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:51 WIB

UMKM Bukittinggi Girang Dihampiri Wamen Helvi, Janji Permudah Izin hingga Modal Rp 300 Triliun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 01:14 WIB

Muaythai Bukittinggi Panen 3 Emas di Porprov Sumbar XVI, Sinyal Kuat Lahirnya Bibit Juara Baru

Iko baru barito