Asril SE Dorong Kemandirian Perikanan Sumbar di Tengah Tingginya Harga Pakan

- Penulis

Minggu, 24 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang,Terasnagarinews.com — Potensi sektor perikanan di Sumatera Barat dinilai sangat besar dan menjanjikan. Namun, tingginya harga pakan ikan masih menjadi tantangan utama yang dihadapi para pembudidaya.

Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius melalui dukungan nyata pemerintah guna memperkuat kemandirian sektor perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha budidaya.

Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Fraksi Partai NasDem, Asril, menegaskan bahwa upaya mencarikan solusi bagi pembudidaya ikan harus menjadi perhatian bersama.

“Pemerintah daerah perlu memastikan bahwa peningkatan produksi perikanan di Sumatera Barat sejalan dengan peningkatan kesejahteraan pembudidaya,” ujarnya saat dikonfirmasi media, Minggu (24/5/2026).

Menurutnya, tingginya biaya pakan saat ini menjadi beban berat bagi para pelaku usaha budidaya ikan. Sementara itu, harga jual hasil budidaya masih kerap mengalami ketidakstabilan.

“Hari ini biaya pakan sangat tinggi, sementara harga jual hasil budidaya sering tidak stabil. Jika kondisi ini dibiarkan, maka pembudidaya akan terus berada dalam tekanan ekonomi,” terangnya.

Asril menilai, diperlukan langkah konkret dan berkelanjutan dari pemerintah daerah guna menciptakan ekosistem perikanan yang mandiri, kuat, dan berpihak kepada masyarakat pembudidaya.

Ia juga berharap pemerintah provinsi dapat mengoptimalkan pabrik pakan yang ada di Sumatera Barat, baik pabrik pakan di Rao milik pemerintah pusat maupun pabrik pakan di Kinali milik pemerintah provinsi yang hingga kini belum beroperasi.

“Diharapkan pemerintah provinsi dapat mengoptimalkan pabrik pakan yang ada di Sumatera Barat untuk memproduksi pakan dengan harga terjangkau dan tetap memprioritaskan pakan bermutu,” katanya.

Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) para pembudidaya juga dinilai penting, terutama dalam pengembangan pakan alternatif yang mampu menjadi substitusi pakan pabrik.

“Selanjutnya melakukan peningkatan SDM pelaku pembudidaya, khususnya budidaya pakan alternatif yang benar-benar mampu sebagai substitusi pakan pabrik,” tutupnya.

Dengan dukungan kebijakan yang tepat, sektor perikanan Sumbar diyakini mampu menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pelaku budidaya ikan.
(Fendy Jambak)

Penulis : Fendy Jambak

Editor : Alex Kardion

Follow WhatsApp Channel www.terasnagarinews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Barito kini

Misteri Suku Jambak/Kutianyie: Jejak Campa, Legenda Hujan, dan Warisan Folklor Minangkabau
BPJS Kesehatan Bukittinggi Luncurkan NEW REHAB 2.0: Tunggakan Iuran JKN Bisa Dicicil hingga 36 Bulan
Penataan Kawasan Jam Gadang Dimulai, Pemkot Bukittinggi Tegaskan Penegakan Perda
Perkuat Sinergi TNI-Polri, Kakanwil Kunrat Kasmiri Pimpin Langsung Razia Gabungan di Lapas Bukittinggi
CALON WALI NAGARI HARUS PUNYA USAHA
Kilau 361,5 Emas di Tengah Kota Wisata Berujung Sengketa, Tim Riyan Permana Putra Resmi Masuk Arena Hukum PN Bukittinggi
RSAM Bukittinggi Hapus Syarat Jaminan Darah: Pasien Kritis Langsung Ditangani, Biaya Rp490 Ribu Ditanggung BPJS
Kobarkan Semangat Kebangkitan Nasional, Lapas Bukittinggi Libatkan Warga Binaan dan Peserta Magang dalam Upacara Khidmat

Barito kini

Minggu, 24 Mei 2026 - 05:58 WIB

Misteri Suku Jambak/Kutianyie: Jejak Campa, Legenda Hujan, dan Warisan Folklor Minangkabau

Minggu, 24 Mei 2026 - 03:17 WIB

Asril SE Dorong Kemandirian Perikanan Sumbar di Tengah Tingginya Harga Pakan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 01:24 WIB

BPJS Kesehatan Bukittinggi Luncurkan NEW REHAB 2.0: Tunggakan Iuran JKN Bisa Dicicil hingga 36 Bulan

Jumat, 22 Mei 2026 - 07:13 WIB

Penataan Kawasan Jam Gadang Dimulai, Pemkot Bukittinggi Tegaskan Penegakan Perda

Jumat, 22 Mei 2026 - 06:58 WIB

CALON WALI NAGARI HARUS PUNYA USAHA

Iko baru barito

Info daerah

PENANTIAN DUA DEKADE

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:57 WIB