BUKITTINGGI,TerasnagariNews.COM — Tim cabang olahraga sepakbola Kota Bukittinggi terancam gagal mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026 akibat belum adanya kepastian penunjukan Pelaksana Tugas (PLT) Askot PSSI Bukittinggi oleh Asprov PSSI Sumatera Barat.
Kondisi tersebut mendapat sorotan dari sejumlah tokoh sepakbola Bukittinggi, seperti H. Dedi Yanto, Susilo, dan Hasnul Harun saat ditemui di Stadion Ateh Ngarai, Kamis (14/5/2026).
Susilo yang merupakan mantan Ketua Harian PSKB Bukittinggi menilai berakhirnya masa kepengurusan Askot Bukittinggi sejak Maret 2025 berdampak langsung terhadap pembinaan sepakbola di daerah itu.
“Berakhirnya masa jabatan kepengurusan Askot Bukittinggi membawa dampak terhadap sepakbola di Kota Bukittinggi, termasuk event resmi PSSI seperti Liga 4 dan Soeratin Cup,” kata Susilo.
Menurut dia, hingga kini belum adanya kepastian kepengurusan membuat sejumlah agenda pembinaan dan persiapan tim tidak berjalan maksimal.
Hal senada disampaikan H. Dedi Yanto. Mantan Wakil Ketua PSKB Bukittinggi itu mengaku prihatin terhadap kondisi sepakbola di kota wisata tersebut.
Sementara itu, Hasnul Harun yang pernah menjadi pembina PSKB Bukittinggi mengatakan pihaknya telah beberapa kali berkomunikasi dengan pengurus Asprov Sumbar terkait penunjukan PLT Askot Bukittinggi.
“Pada 4 dan 11 Mei 2026 kami sudah menghubungi pihak Asprov Sumbar. Jawabannya masih menunggu keputusan terkait penunjukan PLT Askot Bukittinggi,” ujar Hasnul.
Ia menilai kondisi itu membuat pegiat sepakbola Bukittinggi kesulitan melakukan persiapan menghadapi Porprov Sumbar 2026 yang waktunya semakin dekat.
“Kami berharap Asprov Sumbar segera menentukan sikap dan bermusyawarah dengan tokoh sepakbola Bukittinggi agar pembentukan PLT Askot bisa segera terlaksana,” kata Dedi Yanto.
Menurut dia, sosok yang nantinya ditunjuk sebagai PLT harus memahami karakter sepakbola Bukittinggi agar pembinaan dan prestasi dapat kembali berkembang.
(Hendra)
Penulis : Hendra
Editor : Alex Kardion





