Padang, terasnagarinews.com |Aksi demonstrasi yang digelar Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Sumatera Barat di halaman Kantor Gubernur berakhir dengan kekecewaan. Massa buruh yang datang membawa 11 tuntutan yang sebelumnya telah dilayangkan, tidak berhasil bertemu langsung dengan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah.
Aksi damai yang diikuti oleh berbagai elemen buruh, pekerja, hingga kurir online tersebut berlangsung selama kurang lebih dua jam. Massa menyuarakan aspirasi mereka secara terbuka, namun harapan untuk berdialog langsung dengan orang nomor satu di Sumbar itu tak terwujud.
Sebagai perwakilan pemerintah, Asisten I Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Ahmad Zakri, hadir didampingi sejumlah pejabat dari Kesbangpol dan instansi terkait. Ia menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran gubernur serta menawarkan forum dialog sebagai alternatif komunikasi.
Namun tawaran tersebut ditolak tegas oleh Ketua DPD SPSI Sumatera Barat, Ruly Eka Pratama. Ia menilai absennya gubernur sebagai bentuk ketidakseriusan pemerintah dalam merespons tuntutan buruh.
“Ketidakhadiran gubernur menjadi sinyal jalan buntu bagi kami. Ini bentuk pengabaian terhadap suara buruh,” tegas Ruly di hadapan massa aksi.
Ruly juga menegaskan bahwa aksi ini bukanlah akhir. Ia bahkan memperingatkan akan menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar jika tuntutan mereka terus diabaikan.

Dengan situasi yang memanas namun tetap terkendali, demonstrasi akhirnya dibubarkan. Namun, gelombang kekecewaan yang ditinggalkan berpotensi menjadi pemicu eskalasi aksi buruh di Sumatera Barat dalam waktu dekat. yang datang membawa 11 tuntutan yang sebelumnya telah dilayangkan, tidak berhasil bertemu langsung dengan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah.
Aksi damai yang diikuti oleh berbagai elemen buruh, pekerja, hingga kurir online tersebut berlangsung selama kurang lebih dua jam. Massa menyuarakan aspirasi mereka secara terbuka, namun harapan untuk berdialog langsung dengan orang nomor satu di Sumbar itu tak terwujud.
Sebagai perwakilan pemerintah, Asisten I Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Ahmad Zakri, hadir didampingi sejumlah pejabat dari Kesbangpol dan instansi terkait. Ia menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran gubernur serta menawarkan forum dialog sebagai alternatif komunikasi.
Namun tawaran tersebut ditolak tegas oleh Ketua DPD SPSI Sumatera Barat, Ruly Eka Pratama. Ia menilai absennya gubernur sebagai bentuk ketidakseriusan pemerintah dalam merespons tuntutan buruh.
“Ketidakhadiran gubernur menjadi sinyal jalan buntu bagi kami. Ini bentuk pengabaian terhadap suara buruh,” tegas Ruly di hadapan massa aksi.
Ruly juga menegaskan bahwa aksi ini bukanlah akhir. Ia bahkan memperingatkan akan menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar jika tuntutan mereka terus diabaikan.
Dengan situasi yang memanas namun tetap terkendali, demonstrasi akhirnya dibubarkan. Namun, gelombang kekecewaan yang ditinggalkan berpotensi menjadi pemicu eskalasi aksi buruh di Sumatera Barat dalam waktu dekat. ( Mb)






