Era Modernisasi, Penting Bagi Generasi Muda Belajar Pasambahan

- Penulis

Kamis, 25 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam – Di tengah derasnya arus modernisasi dan kemajuan teknologi, tradisi lisan Minangkabau seperti pasambahan mulai jarang terdengar. Pasambahan, yang merupakan seni berbicara adat dalam berbagai acara seperti pernikahan, batagak gala, dan alek nagari, kini hanya dikuasai oleh segelintir orang tua. Kondisi ini menjadi perhatian para pemerhati budaya yang khawatir jika generasi muda tidak segera belajar, tradisi tersebut bisa hilang dalam beberapa dekade ke depan.

Pasambahan memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Minang. Selain menjadi media komunikasi adat, pasambahan juga sarat dengan nilai sopan santun, penghormatan, serta kebijaksanaan hidup. Melalui pasambahan, generasi muda dapat belajar bagaimana berbicara dengan bahasa yang santun, terstruktur, dan penuh makna. Hal ini menjadi modal penting bagi mereka untuk membangun karakter dan etika dalam kehidupan sehari-hari.

Sayangnya, perkembangan era digital membuat generasi muda lebih akrab dengan media sosial dibandingkan dengan tradisi lisan. Banyak remaja Minang yang tidak lagi memahami makna pasambahan, apalagi menguasainya. Beberapa di antara mereka menganggap pasambahan kuno dan tidak relevan dengan zaman sekarang. Padahal, jika dipelajari, pasambahan bisa menjadi keterampilan berharga, bahkan dapat ditampilkan dalam berbagai kegiatan budaya untuk menarik wisatawan.

Sejumlah tokoh adat dan budayawan Minangkabau mulai menginisiasi program pelatihan pasambahan untuk remaja. Pelatihan ini digelar di beberapa nagari dan sekolah, dengan tujuan mengenalkan sekaligus melatih generasi muda agar mampu tampil sebagai urang sumando atau penghulu yang fasih berpasambahan. Program ini diharapkan dapat menghidupkan kembali tradisi yang hampir punah tersebut.

Guru dan orang tua juga memiliki peran penting dalam menanamkan kecintaan terhadap pasambahan. Sekolah dapat memasukkan muatan lokal pasambahan dalam kegiatan ekstrakurikuler, sementara orang tua bisa memberi contoh dengan mengajak anak menyaksikan alek nagari atau acara adat di kampung. Upaya ini dapat menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya sendiri sejak dini.

Pemerintah daerah pun diharapkan turut mendukung pelestarian pasambahan dengan menyediakan fasilitas belajar, lomba pasambahan, hingga festival budaya. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, pasambahan tidak hanya terjaga, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata budaya yang bernilai ekonomi bagi masyarakat.

Generasi muda Minangkabau perlu menyadari bahwa menjaga pasambahan bukan sekadar melestarikan tradisi, tetapi juga memperkuat identitas diri. Di era globalisasi, memiliki akar budaya yang kuat justru membuat mereka lebih percaya diri dan siap menghadapi tantangan zaman. Pasambahan dapat menjadi pembeda positif yang membedakan generasi Minang dari generasi lain di dunia.

Jika pasambahan terus diajarkan dan dipraktikkan, Minangkabau akan tetap dikenal sebagai daerah yang kaya budaya dan beradab tinggi. Modernisasi seharusnya tidak menjadi ancaman, melainkan peluang untuk memperkenalkan pasambahan ke dunia luar melalui media digital. Dengan begitu, tradisi ini bisa tetap hidup, relevan, dan menginspirasi banyak orang di era modern ini.

(*)

Follow WhatsApp Channel www.terasnagarinews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Barito kini

Lestarikan Budaya di Usia Dini, SDN 09 Manggis Ganting Bukittinggi Gelar Festival Tambua Keempat
Kecantikan Tak Harus Mahal: DWP Kemenag Bukittinggi Gaungkan Pesan Cantik Luar Dalam
Darah Pengusaha dari Ayah, Politik dari Ibu: Dhani Hariyona dan Jalan Politik Keluarga di Bukittinggi
Turbo Dinilai Ciptakan Kasta Driver, Ratusan Driver Maxim di Bukittinggi Kepung Kantor Operasional
Kemenag Bukittinggi: EDM-eRKAM Bukan Sekadar Formalitas, tapi Penentu Mutu Madrasah
Pengurus Baru IOF Bukittinggi Audiensi dengan Wali Kota, Siap Sinergi Bangun Wisata dan Ketangguhan Bencana
Pimpin Langsung Razia Gabungan, Kakanwil dan Kalapas Pastikan Lapas Bukittinggi Aman dan Bersinar
Di Tengah Kepungan Asap Bukittinggi, Polantas Turun Jalan Bagikan Masker untuk Wartawan dan Pengendara

Barito kini

Sabtu, 26 September 2026 - 07:27 WIB

Lestarikan Budaya di Usia Dini, SDN 09 Manggis Ganting Bukittinggi Gelar Festival Tambua Keempat

Kamis, 24 September 2026 - 12:51 WIB

Kecantikan Tak Harus Mahal: DWP Kemenag Bukittinggi Gaungkan Pesan Cantik Luar Dalam

Kamis, 24 September 2026 - 12:38 WIB

Darah Pengusaha dari Ayah, Politik dari Ibu: Dhani Hariyona dan Jalan Politik Keluarga di Bukittinggi

Kamis, 24 September 2026 - 10:57 WIB

Turbo Dinilai Ciptakan Kasta Driver, Ratusan Driver Maxim di Bukittinggi Kepung Kantor Operasional

Selasa, 22 September 2026 - 04:49 WIB

Pengurus Baru IOF Bukittinggi Audiensi dengan Wali Kota, Siap Sinergi Bangun Wisata dan Ketangguhan Bencana

Iko baru barito