Koto Rantang, 10 November 2025 — Di tengah semangat memperingati Hari Pahlawan Nasional, masyarakat Nagari Koto Rantang disuguhi pemandangan yang menyentuh hati. Bukan dengan upacara megah, tetapi melalui aksi nyata pelayanan publik dari Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Agam, Drs. Dedi Asmar, yang bersama jajaran turun langsung ke rumah-rumah warga hingga malam hari.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Unggulan Bupati Agam “Agam Melayani”, yang diturunkan oleh Disdukcapil melalui inovasi “Jebol Tanduk” (Jemput Bola Rentan Adminduk) — pelayanan administrasi kependudukan bagi masyarakat rentan, seperti penyandang disabilitas, lanjut usia, dan ODGJ, yang tidak mampu datang ke kantor pelayanan.
Sejak pagi hingga malam, rombongan Dukcapil bergerak di Nagari Koto Rantang dengan semangat penuh pengabdian. Tidak ada batas waktu, tidak ada keluhan. Yang ada hanya tekad menghadirkan pelayanan adil dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Wali Nagari Koto Rantang, Novri Agus Parta Wijaya, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa haru dan penghargaan mendalam atas kepedulian dan ketulusan tim Disdukcapil.
> “Kami sangat tersentuh dan berterima kasih. Di Hari Pahlawan ini, kami menyaksikan bentuk kepahlawanan baru — melayani rakyat dengan hati. Apa yang dilakukan Pak Kadis dan jajaran menjadi teladan bagi kami di nagari, bahwa pengabdian sejati tidak mengenal waktu dan batas,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Drs. Dedi Asmar, yang dikenal luas dengan sapaan Sutan Pamenan, menuturkan pesan sederhana namun sarat makna:
> “Mambantu urang indak harus manunggu kayo.”
Kalimat yang lahir dari hati seorang pelayan masyarakat itu menegaskan bahwa pelayanan publik sejati bukan soal jabatan atau kekuasaan, melainkan tentang empati, kepedulian, dan keikhlasan untuk hadir bagi sesama.
Menanggapi hal tersebut, Ketua KAN Koto Rantang, Sy. Dt. Batuduang Dilangik, turut menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan semangat kemanusiaan yang ditunjukkan jajaran Dukcapil Agam.
> “Apa yang dilakukan Pak Kadis dan tim adalah cerminan adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah. Melayani dengan hati, tanpa membeda-bedakan, itulah nilai yang kami junjung dalam kehidupan masyarakat nagari. Kami merasa bangga dan berterima kasih karena pemerintah benar-benar turun menyentuh rakyatnya,” ungkapnya.
Kegiatan Jebol Tanduk di Koto Rantang bukan sekadar perekaman data kependudukan, melainkan juga perekaman nilai-nilai kemanusiaan dan kepahlawanan modern. Di bawah payung semangat “Agam Melayani”, pemerintah Kabupaten Agam kembali membuktikan bahwa pelayanan terbaik adalah yang dilakukan dengan hati, keikhlasan, dan keberpihakan kepada masyarakat kecil.
Malam itu, di antara cahaya lampu rumah warga yang sederhana dan senyum penuh syukur, Koto Rantang menjadi saksi bahwa pengabdian tulus adalah bentuk kepahlawanan yang sesungguhnya.
(Parta)






