Sinergi Zakat dan Wakaf Produktif, Kemenag Bukittinggi Dorong Kemandirian Ekonomi Umat Lewat Forum Nasional
BUKITTINGGI, TerasnagariNews.com – Komitmen Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bukittinggi untuk menghadirkan program pemberdayaan yang berdampak nyata bagi masyarakat terus diperkuat. Penguatan itu diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam Impact & Collaboration Forum Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Nasional 2026 yang digelar pada Kamis, 17 September 2026.
Kepala Kantor Kemenag Kota Bukittinggi H. Irwan, didampingi Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam H. Zulfikar dan Penyelenggara Zakat dan Wakaf Husnul Bashir, mengikuti forum tersebut secara virtual dari Ruang Konsultasi Kemenag Kota Bukittinggi. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari upaya mengawal program strategis pemberdayaan umat agar berjalan berkelanjutan.
Forum nasional ini diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia. Agenda utamanya adalah memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mengoptimalkan potensi zakat dan wakaf, dengan fokus pada tiga program unggulan: Kampung Zakat, KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU), dan Inkubasi Wakaf Produktif (IWP).
Dalam forum tersebut, H. Irwan menegaskan bahwa keberhasilan program pemberdayaan tidak bisa bertumpu pada satu pihak saja. Menurutnya, dibutuhkan kolaborasi yang solid dan pendampingan berkelanjutan agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat.
“Program pemberdayaan ekonomi umat harus mampu menghadirkan dampak yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Karena itu, kolaborasi antara Kementerian Agama, KUA, lembaga amil zakat, pendamping dan penerima manfaat menjadi bagian penting dalam memastikan program berjalan secara berkelanjutan,” ungkap Irwan.
Ia juga menekankan bahwa bantuan yang disalurkan harus diposisikan sebagai stimulus untuk tumbuh, bukan sekadar bantuan konsumtif sesaat. Para penerima manfaat diharapkan mampu memanfaatkan dukungan tersebut secara produktif untuk meningkatkan kapasitas usaha, sehingga secara bertahap dapat membangun kemandirian ekonomi keluarga.
Semangat kolaborasi tersebut tercermin dari peserta yang hadir. Kegiatan ini turut diikuti oleh para Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), Lembaga Amil Zakat (LAZ) Ashpen, para pendamping program, serta para penerima manfaat yang menjadi bagian dari ekosistem pemberdayaan ekonomi umat di Kota Bukittinggi. Keterlibatan berbagai unsur ini menunjukkan bahwa pengelolaan zakat dan wakaf membutuhkan ekosistem yang saling menguatkan.
Dalam ekosistem itu, KUA berperan sebagai penggerak pemberdayaan di tengah masyarakat, lembaga zakat mendukung dari sisi pengelolaan dan penyaluran yang amanah, sementara pendamping memastikan proses pemberdayaan berjalan terarah dan tepat sasaran. Dengan semangat impact and collaboration, Irwan mengingatkan agar potensi zakat dan wakaf dikelola secara optimal untuk memberikan manfaat yang lebih luas.
“Zakat dan wakaf diharapkan tidak hanya menjadi instrumen kepedulian sosial, tetapi juga menjadi kekuatan pemberdayaan yang mampu membuka peluang, membangun kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan umat,” harapnya.
Lebih lanjut, Irwan berharap para penerima manfaat dapat menjaga amanah bantuan dengan penuh tanggung jawab. “Kami berharap bantuan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya. Jangan melihat bantuan ini hanya dari nilainya, tetapi lihatlah sebagai bentuk kepercayaan dan dukungan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Kami juga menegaskan bahwa Kementerian Agama akan terus mendorong dan mengawal program-program pemberdayaan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Kasi, Penyelenggara, KUA, LAZ Ashpen, dan seluruh pendamping atas sinergi yang telah terjalin. Senada, Pimpinan LAZ Ashpen Zulfamiadi menyatakan komitmennya untuk terus mendukung program yang bersinergi dengan Kemenag. “LAZ Ashpen berupaya agar penyaluran zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga mampu mendorong penerima manfaat menjadi lebih mandiri. Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Kami juga siap melanjutkan pendampingan serta memperkuat kolaborasi agar program pemberdayaan ini memberikan dampak yang lebih luas,” ungkap Zulfamiadi.






