Palupuh – Musibah banjir bandang yang melanda wilayah Nagari Pagadih dan Lurah Dalam pada akhir pekan lalu menyisakan duka mendalam bagi masyarakat setempat. Hujan deras berkepanjangan menyebabkan aliran sungai meluap dan membawa material lumpur, batu, serta pepohonan hingga menerjang pemukiman warga. Puluhan rumah dilaporkan rusak, sementara akses jalan sempat terputus akibat longsoran yang terjadi di beberapa titik.
Menyikapi kondisi darurat tersebut, Persatuan Tilatang Kamang Lamo bergerak cepat untuk memberikan dukungan kepada para korban bencana. Organisasi sosial yang selama ini aktif dalam kegiatan kemasyarakatan itu langsung membentuk tim tanggap darurat dan mengirimkan relawan ke lokasi-lokasi terdampak. Upaya ini mendapat apresiasi dari warga karena dilakukan secara sigap sejak hari pertama musibah terjadi.
Tim relawan Persatuan Tilatang Kamang Lamo tidak hanya membantu evakuasi warga, tetapi juga turut menyalurkan bantuan logistik darurat. Kehadiran tim ini memberikan rasa aman bagi masyarakat yang tengah mengalami ketidakpastian.
Menariknya, bantuan yang dibawa organisasi tersebut bukan berasal dari pemerintah atau lembaga besar, melainkan murni hasil pengumpulan dana dari masyarakat Tilatang Kamang sendiri. Sejak kabar bencana tersebar, posko donasi spontan langsung berdiri di berbagai titik untuk menampung uluran tangan warga yang ingin membantu.
Antusias masyarakat dalam berdonasi terlihat sangat tinggi. hingga perantau ikut memberikan kontribusi sesuai kemampuan mereka. Meskipun tidak semua memiliki uang dalam jumlah besar, namun nilai kepedulian yang disalurkan memiliki arti yang jauh lebih penting bagi para korban.

Selain masyarakat lokal, dukungan yang mengalir dari perantau asal Tilatang Kamang juga menjadi pendorong utama keberhasilan aksi kemanusiaan ini. Jaringan perantau yang tersebar di berbagai kota besar dan luar daerah merespons cepat dengan mengirimkan bantuan dana lewat rekening resmi persatuan.
Para perantau bahkan membentuk grup khusus untuk mengoordinasikan pengumpulan dana agar lebih terorganisir. Mereka saling mengingatkan dan mengajak rekan seperantauan lainnya untuk ikut membantu. Dalam waktu singkat, donasi yang terkumpul dari para perantau mencapai jumlah yang cukup signifikan.
Dana yang telah terkumpul kemudian digunakan untuk membeli kebutuhan logistik tambahan, terutama makanan dan obat-obatan. Persatuan Tilatang Kamang Lamo memastikan bahwa setiap rupiah donasi dipakai tepat sasaran dan dilaporkan secara transparan kepada seluruh donatur.
Saat bantuan tiba di Nagari Pagadih dan Lurah Dalam, masyarakat setempat menyambut dengan penuh rasa haru. Banyak warga yang kehilangan tempat tinggal merasa terbantu oleh perhatian yang diberikan. Beberapa bahkan mengatakan bahwa bantuan seperti ini sangat berarti karena datang dari sesama masyarakat Minangkabau yang menjunjung tinggi nilai barek samo dipikua.
Pemerintah nagari setempat menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Persatuan Tilatang Kamang Lamo dan seluruh pihak yang terlibat. Menurut mereka, sinergi antara masyarakat, organisasi lokal, serta perantau adalah kunci utama dalam penanganan bencana secara cepat dan efektif.
Hingga kini, proses pengumpulan donasi masih terus berlangsung seiring dengan kebutuhan masyarakat terdampak yang belum sepenuhnya terpenuhi. Persatuan Tilatang Kamang Lamo berkomitmen menjaga keberlanjutan bantuan selama masa pemulihan berlangsung, membuktikan bahwa rasa peduli dan solidaritas masyarakat tidak pernah padam, bahkan di tengah situasi paling sulit sekalipun.
(Basa)






