Koto Rantang, 11 November 2025 —
Pemerintahan Nagari Koto Rantang menyampaikan klarifikasi resmi atas dinamika yang sempat menjadi perhatian publik antara Pemerintah Nagari Koto Rantang dan pihak PLN UP3 Bukittinggi. Hari ini, selasa, 11 November 2025, telah dilaksanakan sidang keberatan P2TL yang berlangsung dari pukul 14.00 sampai 18.00 WIB di kantor PLN UP3 Bukittinggi.
Sidang dihadiri oleh perwakilan Kementerian ESDM, tim sidang keberatan PLN, serta perwakilan Pemerintahan Nagari Koto Rantang.
Proses sidang berlangsung kondusif, terbuka, dan penuh suasana saling menghormati. Semua pihak hadir dengan semangat kebersamaan untuk mencari titik temu dan memahami duduk persoalan secara jernih, tanpa emosi. Pemerintah Nagari Koto Rantang menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada pihak PLN dan Kementerian ESDM atas ruang dialog yang terbuka dan sikap profesional selama proses berlangsung.
“Alhamdulillah, sidang keberatan hari ini berjalan baik dan damai. Semua pihak saling mendengarkan dan saling memahami. Kami sepakat untuk menatap ke depan, mengambil hikmah dari kejadian ini, dan sama-sama berbenah agar pelayanan publik semakin baik,” ujar Walinagari Koto Rantang, Novri Agus Parta Wijaya, S.Pd., M.Pd.
Walinagari menegaskan bahwa Pemerintah Nagari Koto Rantang tidak memiliki sedikit pun niat untuk memperkeruh keadaan, karena yang diutamakan adalah menjaga suasana pelayanan publik tetap kondusif.
“Kami ini sesama pelayan publik. Tentu tujuan kita sama, yaitu melayani masyarakat dengan hati. Karena itu, dari kejadian ini kami tidak ingin ada pihak yang disalahkan. Tidak ada tuntut-menuntut, tidak ada saling menyalahkan. Justru kami ingin semua pihak mengambil pelajaran untuk memperbaiki yang perlu diperbaiki,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Nagari Koto Rantang melihat peristiwa ini sebagai momentum introspeksi bersama. Semua pihak, baik di nagari maupun di lembaga pelayanan publik lainnya, perlu memperkuat komunikasi dan sinergi agar ke depan setiap perbedaan pandangan dapat diselesaikan dengan kepala dingin dan saling menghormati.
“Kita semua manusia, tentu tidak lepas dari kekeliruan. Tapi yang penting, kita mau memperbaiki diri dan belajar dari setiap kejadian. Kami yakin, dengan niat baik dan keterbukaan, semua bisa berjalan lebih baik ke depan,” ungkap Novri dengan nada menenangkan.
Pemerintahan Nagari Koto Rantang juga berharap hubungan baik antara nagari dan PLN dapat terus terjaga serta menjadi contoh bahwa perbedaan tidak harus berujung pertikaian, tetapi bisa melahirkan pemahaman dan kerja sama yang lebih kokoh.
“Kami percaya, ke depan komunikasi akan semakin baik. Kami berterima kasih kepada PLN dan Kementerian ESDM yang sudah memberi ruang dialog yang sejuk. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua untuk memperkuat pelayanan publik yang berkeadilan dan berempati,” tutup Walinagari Koto Rantang, Novri Agus Parta Wijaya, S.Pd., M.Pd.
Dengan demikian, Pemerintahan Nagari Koto Rantang menegaskan bahwa semua persoalan telah disikapi dengan dewasa dan damai. Tidak ada lagi tuntut-menuntut, tidak ada pihak yang disudutkan yang ada hanyalah semangat bersama untuk saling berbenah, memperbaiki komunikasi, dan melangkah lebih baik demi masyarakat Nagari Koto Rantang.
(Parta)






