Kamang Magek, Agam — Objek wisata Kapecong yang terletak di Jorong Lurah Bawah, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam, merupakan salah satu destinasi wisata alami yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai wisata edukasi alam. Dengan pemandangan perbukitan hijau, serta udara sejuk khas dataran tinggi Agam, Kapecong sebenarnya mampu menjadi magnet wisatawan lokal maupun luar daerah.
Sayangnya, potensi besar tersebut hingga kini belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah Nagari maupun Dinas Pariwisata Kabupaten Agam.
Padahal, objek wisata Kapecong tidak hanya menawarkan keindahan alam semata, tetapi juga dapat dijadikan tempat edukasi bagi pelajar dan masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem alam. Kapecong bisa menjadi laboratorium alam yang bernilai tinggi.
Salah seorang pengelola Romi Afrianto, menyampaikan bahwa selama ini pengembangan wisata Kapecong hanya dilakukan secara swadaya bergotong royong menata area wisata agar tetap bersih dan menarik. Namun, tanpa dukungan dari pemerintah Nagari dan Kecamatan, upaya tersebut berjalan sangat lambat. “Kami ingin tempat ini dikenal banyak orang, tapi tanpa bantuan dana dan promosi dari dinas pariwisata, kami kesulitan untuk berkembang,” ujarnya.
Menurutnya potensi wisata di Kamang Magek sering kali kalah perhatian dibandingkan daerah lain di Agam seperti Lawang Park atau Puncak Lawang yang sudah lebih dulu dikenal dan dikembangkan.
Kondisi ini tentu sangat disayangkan, mengingat Kapecong memiliki keunikan tersendiri yang tidak dimiliki objek wisata lain, Kombinasi alam dan budaya ini sangat berpotensi menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang mencari pengalaman autentik.
Selain itu, Kapecong park juga memiliki potensi ekonomi yang dapat menggerakkan masyarakat sekitar. Jika dikembangkan secara profesional, warga bisa membuka usaha kuliner, Namun, tanpa perhatian dari dinas terkait, potensi ekonomi tersebut belum bisa dimaksimalkan.
Pemerhati pariwisata lokal, juga menilai bahwa pemerintah daerah seharusnya lebih peka terhadap potensi wisata seperti Kapecong park. “Pembangunan pariwisata tidak harus selalu dimulai dari proyek besar. Dukungan kecil seperti perbaikan jalan dan promosi digital saja sudah bisa memberi dampak besar bagi masyarakat,” jelasnya.
Hingga kini, pihak pengelola berharap pemerintah Kabupaten Agam melalui Dinas Pariwisata dapat turun langsung melihat kondisi lapangan dan membantu pengembangan objek wisata Kapecong. Mereka percaya, jika ada sinergi antara masyarakat dan pemerintah, Kapecong bisa menjadi destinasi wisata edukasi alami unggulan di Kabupaten Agam yang tidak hanya indah, tetapi juga bermanfaat bagi pendidikan dan ekonomi masyarakat sekitar.
(Basa)






