Estetika Anugrah Alam Wisata Bukik Baka Kamang Hilia yang Tidak Terbantahkan

- Penulis

Minggu, 9 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kamang Hilia, Kabupaten Agam — Di tengah kesejukan alam Minangkabau, tersimpan sebuah keindahan yang seolah diciptakan langsung oleh tangan Tuhan: Bukik Baka, destinasi wisata alam yang kini menjadi buah bibir masyarakat Sumatera Barat. Berada di kawasan Kamang Hilia, perbukitan ini menawarkan panorama alam yang menakjubkan dengan perpaduan udara segar, hijaunya pepohonan, serta suasana tenang yang menenangkan jiwa.

Bukik Baka menjadi salah satu destinasi unggulan baru yang menyuguhkan pesona alam alami tanpa banyak sentuhan buatan manusia. Dari puncaknya, pengunjung bisa menikmati hamparan sawah, lembah, dan pegunungan yang membentang luas sejauh mata memandang. Saat pagi tiba, kabut tipis menyelimuti lembah seperti tirai putih yang menambah kesan magis dan romantis bagi siapa pun yang menyaksikannya.

Keindahan Bukik Baka bukan hanya terletak pada pemandangan alamnya, tetapi juga pada suasana khas pedesaan yang masih terjaga. Masyarakat setempat dengan ramah menyambut wisatawan, menawarkan senyum tulus serta berbagai hasil bumi lokal seperti madu hutan, kopi, dan buah-buahan segar. Kehangatan warga menjadi bagian dari daya tarik yang membuat pengunjung betah berlama-lama di kawasan ini.

Bagi pecinta fotografi dan konten kreator, Bukik Baka adalah surga tersendiri. Setiap sudutnya menyajikan komposisi visual yang memesona — mulai dari cahaya matahari yang menembus pepohonan hingga panorama senja yang membakar langit dengan gradasi warna jingga. Tak heran, lokasi ini sering menjadi latar favorit untuk foto prewedding, konten media sosial, dan promosi wisata daerah.

Selain panorama alamnya, Bukik Baka juga menyimpan potensi besar dalam pengembangan wisata edukatif dan ekowisata. Beberapa kelompok pemuda lokal telah mulai menginisiasi kegiatan seperti penanaman pohon, jelajah alam, hingga edukasi tentang flora dan fauna khas Kamang Hilia. Langkah ini menjadi bentuk kepedulian terhadap kelestarian alam agar keindahan Bukik Baka tetap terjaga untuk generasi mendatang.

Tak hanya wisatawan lokal, Bukik Baka kini mulai menarik perhatian pengunjung dari luar daerah, bahkan luar provinsi. Infrastruktur menuju lokasi yang terus diperbaiki membuat akses semakin mudah. Pemerintah nagari bersama kelompok sadar wisata (Pokdarwis) terus berupaya memperkenalkan potensi Bukik Baka melalui media sosial dan kegiatan promosi pariwisata.

Keasrian alam Bukik Baka juga menghadirkan suasana ideal bagi wisata keluarga maupun kelompok. Area yang luas memungkinkan pengunjung untuk berkemah, menikmati piknik, atau sekadar bersantai di bawah rindangnya pepohonan sambil menikmati bekal tradisional Minangkabau. Dari atas bukit, suara burung dan desir angin menjadi musik alami yang menenangkan hati.

Keberadaan Bukik Baka menjadi bukti nyata bahwa Kamang Hilia memiliki potensi besar dalam sektor pariwisata alam. Jika dikelola dengan baik dan berkelanjutan, destinasi ini tidak hanya akan mendongkrak ekonomi masyarakat sekitar, tetapi juga memperkuat identitas daerah sebagai salah satu surga tersembunyi di Sumatera Barat.

Di tengah pesatnya perkembangan wisata modern, Bukik Baka tetap mempertahankan keaslian dan ketenangan yang jarang ditemukan di tempat lain. Inilah daya tarik utama yang membuatnya istimewa: kesederhanaan yang menawan. Alamnya yang masih perawan menjadi pengingat bahwa keindahan sejati tidak selalu harus gemerlap cukup alami, jujur, dan menenangkan.

Dengan segala pesona dan keunikan yang dimilikinya, Bukik Baka layak disebut sebagai anugrah alam Kamang Hilia yang tidak terbantahkan. Ia bukan sekadar tempat wisata, melainkan simbol harmoni antara manusia dan alam, yang menghadirkan kesejukan bagi mata, ketenangan bagi jiwa, serta kebanggaan bagi masyarakat yang menjaganya dengan cinta.

(Basa)

Follow WhatsApp Channel www.terasnagarinews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Barito kini

Geger! Bayi Diduga Ditelantarkan di Depan Kedai Warga, Polisi Selidiki Orang Tua
50 Personel TNI Diterjunkan Mendukung Percepatan Pembangunan Jembatan Gantung Permanen Lubuk Kalikie
Amir Koto Pimpin Rakor Dalam Pembahasan Program Kerja Tahun 2026
Camat Matur Anak Nagari Malalak Selatan Salurkan Bantuan Sebagai Wujud Kepedulian Terhadap Kampung Halaman
Anggota DPRD Agam Tinjau Kerusakan Kapalo Banda Gadang Siniair Pasca Banjir Besar
Kunjungan Denzipur 2/PS Tindak Lanjuti Rencana Pembangunan Jembatan Gantung Permanen di Jorong Siniair
Warga Jorong Siniair Sampaikan Terima Kasih atas Pembangunan Jembatan Darurat
Serah Terima Pemakaian Jembatan Darurat di Jorong Siniair Nagari Malalak Selatan

Barito kini

Kamis, 15 Januari 2026 - 04:24 WIB

Geger! Bayi Diduga Ditelantarkan di Depan Kedai Warga, Polisi Selidiki Orang Tua

Rabu, 14 Januari 2026 - 07:18 WIB

50 Personel TNI Diterjunkan Mendukung Percepatan Pembangunan Jembatan Gantung Permanen Lubuk Kalikie

Senin, 12 Januari 2026 - 07:36 WIB

Amir Koto Pimpin Rakor Dalam Pembahasan Program Kerja Tahun 2026

Senin, 12 Januari 2026 - 02:22 WIB

Camat Matur Anak Nagari Malalak Selatan Salurkan Bantuan Sebagai Wujud Kepedulian Terhadap Kampung Halaman

Minggu, 11 Januari 2026 - 00:32 WIB

Anggota DPRD Agam Tinjau Kerusakan Kapalo Banda Gadang Siniair Pasca Banjir Besar

Iko baru barito