MALALAK SELATAN — Wali Nagari Malalak Selatan, Amir Koto, mendampingi Komandan Kodim 0304/Agam, Slamet Dwi Santoso, dalam kegiatan monitoring pelaksanaan pembangunan jembatan gantung di Lubuk Kalikie, Jorong Siniair, Nagari Malalak Selatan, Kecamatan Malalak, Jumat pagi.
Jembatan gantung tersebut menjadi akses vital penghubung Nagari Malalak Selatan dengan Nagari Malalak Barat di Kecamatan Malalak. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta mendukung pertumbuhan ekonomi warga setempat.
Pelaksanaan pembangunan dilakukan melalui kerja sama operasional dengan Yon TP 897/Singgalang serta dukungan penuh dari Koramil 09 IV Koto dan personel TNI lainnya. Sinergi antara TNI dan pemerintah daerah menjadi kunci kelancaran pengerjaan proyek strategis tersebut.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Malalak, Ulya Satar, S.STP, yang memberikan apresiasi atas terjalinnya kemanunggalan TNI dengan masyarakat. Ia menilai kolaborasi yang solid antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan wujud nyata semangat gotong royong dalam membangun daerah.
Dalam arahannya, Dandim 0304/Agam, Slamet Dwi Santoso, dengan penuh rasa kekeluargaan mengingatkan seluruh personel TNI agar senantiasa menjaga hubungan baik dengan masyarakat setempat. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari selesainya fisik proyek, tetapi juga dari terpeliharanya kedekatan dan kepercayaan antara TNI dan rakyat.
Kegiatan monitoring tersebut juga diamini dan didukung oleh Danramil IV Koto, Pirdaus, beserta jajaran yang turut hadir di lokasi.
Wali Nagari Malalak Selatan, Amir Koto, menyampaikan harapannya agar pembangunan jembatan gantung ini dapat selesai tepat waktu dan sesuai harapan bersama. “Semoga pekerjaan ini berjalan lancar hingga tuntas, sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Agam serta kerja sama yang baik antara seluruh pihak, pembangunan jembatan gantung Lubuk Kalikie diharapkan menjadi simbol kuat kemanunggalan TNI dan rakyat dalam membangun nagari.
(Ak)






