Cegah Risiko Kebakaran, Lapas Kelas IIA Bukittinggi Pastikan Seluruh APAR Siap Pakai
BUKITTINGGI,TeranagariNews.com – Komitmen menjaga keamanan dan keselamatan lingkungan kerja terus ditunjukkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bukittinggi. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui pemeliharaan rutin sarana pendukung keamanan, yakni perawatan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Langkah preventif tersebut dilaksanakan langsung oleh jajaran Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Kelas IIA Bukittinggi. Perawatan dilakukan untuk memastikan setiap perangkat pemadam kebakaran tetap dalam kondisi prima, layak fungsi, dan siap digunakan sewaktu-waktu apabila dibutuhkan dalam kondisi darurat.
Dalam pelaksanaannya, petugas KPLP menyisir sejumlah titik penempatan APAR di lingkungan Lapas. Pemeriksaan detail dilakukan mulai dari kondisi fisik tabung, tekanan, segel, hingga masa kedaluwarsa. Hal ini dilakukan untuk memastikan kelayakan dan kesiapan sarana tersebut dalam mendukung penanganan awal kejadian, khususnya potensi kebakaran.
Kepala KPLP Lapas Kelas IIA Bukittinggi, Abdul Silaban, S.H., menegaskan bahwa perawatan APAR bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan bagian integral dari upaya menjaga kesiapsiagaan dan keamanan di dalam Lapas. Menurutnya, pemeriksaan secara berkala menjadi kunci agar seluruh sarana pemadam api dapat berfungsi optimal ketika benar-benar diperlukan.
“Perawatan APAR ini adalah bagian dari upaya kita menjaga kesiapsiagaan. Pemeriksaan berkala wajib dilakukan untuk memastikan semua alat pemadam api berfungsi dengan baik saat dibutuhkan,” ujar Abdul Silaban.
Senada dengan itu, Kepala Lapas Kelas IIA Bukittinggi, Nanang Rukmana, A.Md.IP., S.Sos., terus mendorong seluruh jajaran untuk tidak lengah. Ia menekankan pentingnya meningkatkan kewaspadaan serta melakukan pemeliharaan menyeluruh terhadap semua sarana pendukung keamanan dan keselamatan di lingkungan Lapas.
Lebih jauh, kegiatan perawatan APAR ini menjadi bagian dari strategi deteksi dini dan mitigasi risiko yang diterapkan Lapas Bukittinggi. Langkah tersebut bertujuan untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif bagi warga binaan maupun petugas.
Dengan adanya pemeliharaan yang dilakukan secara berkala dan terstruktur, diharapkan kesiapan Lapas Kelas IIA Bukittinggi dalam menghadapi potensi keadaan darurat, terutama kebakaran, dapat terus terjaga secara maksimal.






