Zulhamdi Nova Chandra Pimpin IOF Bukittinggi, Off-road Didorong Jadi Motor Baru Pariwisata
BUKITTINGGI, TerasnagariNews.com – Indonesia Off-Road Federation (IOF) Kota Bukittinggi menatap babak baru. Melalui Musyawarah Cabang (Muscab) IV yang digelar pada Minggu, 6 September 2026 di Hotel Dymens Bukittinggi, Sumatera Barat, organisasi ini menetapkan arah program empat tahun ke depan dengan semangat yang lebih profesional dan berdampak.
Muscab yang merupakan mekanisme organisasi tertinggi yang dilaksanakan setiap 4 tahun sekali ini menjadi forum evaluasi kinerja sekaligus penentu arah program IOF Kota Bukittinggi. Agenda utama dalam forum ini adalah pemilihan ketua untuk periode bakti 2026-2030.
Ketua Pelaksana Muscab IV, Hengki Taniang, mengatakan forum tersebut dihadiri secara lengkap oleh seluruh kekuatan off-road di Bukittinggi. “Muscab ini dihadiri oleh 11 komunitas off-road yang ada di Kota Bukittinggi, dengan melaksanakan pemilihan ketua untuk periode 2026–2030,” ujar Hengki.
Jumlah tersebut menunjukkan perkembangan pesat organisasi. Sebagai perbandingan, pada Muscab pertama tahun 2016 lalu, klub yang terdaftar di bawah Pengurus Cabang IOF Bukittinggi baru berjumlah 4 klub roda empat, yakni Jam Gadang Offroad (Jagord), Bukittinggi Offroad (BOR), Jam Gadang Jip Club (JJC), Suzuki Katana Jimny Indonesia (SKIn), dan 2 klub roda dua trail adventure.
Hasil Muscab IV secara aklamasi menetapkan Zulhamdi Nova Chandra Dt Nagari Labiah sebagai Ketua Terpilih IOF Kota Bukittinggi periode 2026-2030. Terpilihnya Zulhamdi membawa harapan baru bagi kemajuan olahraga otomotif, khususnya komunitas off-road di Kota Bukittinggi.
Sosok Zulhamdi bukan orang baru di Bukittinggi. Ia merupakan Wakil Ketua DPRD Kota Bukittinggi dari Dapil Guguak Panjang yang akrab disapa Pak Candra atau DT. Nagari Labiah di tengah masyarakat. Kiprahnya di legislatif diharapkan mampu memperkuat sinergi antara komunitas otomotif dengan kebijakan pembangunan daerah.
Dalam pidato perdananya, Zulhamdi menegaskan visi baru IOF. Menurutnya, off-road tidak boleh dipandang sekadar hobi dan adu adrenalin di jalur berlumpur. Ia ingin menjadikan off-road sebagai penggerak pariwisata dan ekonomi. Event yang dikemas secara profesional diyakini akan mendatangkan peserta dari luar daerah dan menggerakkan sektor kuliner, penginapan, hingga transportasi.
Fokus utama programnya adalah optimalisasi kawasan Ngarai Sianok. Kawasan ikonik yang menjadi lokasi favorit kegiatan off-road tersebut secara administratif berada di batas Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam. Oleh karena itu, IOF di bawah kepemimpinannya akan menjalin kerja sama lintas wilayah. “Event IOF Kota Bukittinggi yang ada di Ngarai Sianok merupakan batasan dua wilayah, Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam. Kita akan menjalin kerja sama dengan Kabupaten Agam,” ujar Zulhamdi.
Lebih lanjut ia menambahkan, “Ke depannya kita berharap event off-road bisa membawa dampak yang positif untuk masyarakat…” tidak hanya bagi anggota komunitas, tetapi juga bagi warga sekitar lokasi event yang merasakan langsung perputaran ekonomi.
Panitia Muscab pun menaruh harapan besar pada kepemimpinan baru ini. Dengan nahkoda baru, IOF Kota Bukittinggi diharapkan semakin solid, aktif, produktif, dan mampu berkontribusi nyata bagi kemajuan olahraga otomotif sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempromosikan pariwisata Bukittinggi.





