Musda XI Jadi Titik Balik Golkar Bukittinggi: Dari Konsolidasi Kader Hingga Target Pilkada
BUKITTINGGI, TerasnagariNews.com – DPD Partai Golkar Kota Bukittinggi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) XI di Balai Sidang Bung Hatta, Hotel Monopoli, Minggu (6/9/2026). Agenda lima tahunan ini tidak hanya menjadi forum pemilihan kepengurusan baru, tetapi juga momentum evaluasi dan penegasan arah perjuangan partai di Kota Wisata.
Plt Ketua DPD Partai Golkar Kota Bukittinggi, M. Dhanni Hariyona, menjelaskan bahwa ia mengemban mandat dari DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Barat selama tiga bulan terakhir sebagai pelaksana tugas. Masa tugas tersebut ia gunakan untuk memetakan kekuatan partai dan merajut kembali komunikasi dengan para senior.
Menurut Dhanni, Partai Golkar Bukittinggi memiliki modal besar berupa kader senior dan tokoh-tokoh yang telah memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan partai. Modal sosial inilah yang akan menjadi fondasi untuk menghidupkan kembali semangat kader lama sekaligus merekrut kader baru hingga tingkat kelurahan.
“Bagi kami, Musda ini bukan sekadar kewajiban organisasi, melainkan momentum untuk kembali bertemu dan berkonsolidasi dalam rangka memperkuat Partai Golkar di Kota Bukittinggi,” ujar Dhanni. Ia menegaskan komitmen untuk tidak rangkap jabatan dan fokus pada pembagian tugas manajerial agar organisasi berjalan efektif.
Apresiasi khusus ia sampaikan kepada seluruh kader, tokoh masyarakat, serta pengurus DPD Partai Golkar dari kabupaten dan kota se-Sumatera Barat yang hadir. Kehadiran lintas daerah tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa soliditas Golkar Sumbar masih terjaga.
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, S.H., yang hadir dalam Musda, menilai forum ini memiliki peran vital dalam demokrasi lokal. Ia mengingatkan bahwa musyawarah bukan hanya soal memilih ketua, tetapi sarana untuk memperkuat soliditas organisasi dan merumuskan gagasan pembangunan yang solutif.
“Partai politik tidak cukup hanya hadir saat pemilu. Partai harus hadir ketika masyarakat membutuhkan, ketika masyarakat menyampaikan persoalan, terlibat dalam pembangunan, serta mampu melahirkan gagasan dan kader yang memberikan solusi,” tegas Ramlan.
Ramlan juga mencatat capaian Golkar pada Pemilu Legislatif 2024 dengan raihan tiga kursi DPRD Kota Bukittinggi yang tersebar di tiga daerah pemilihan. Menurutnya, keberhasilan tersebut harus dijaga dengan menjadikan kantor partai sebagai rumah masyarakat yang memberi layanan dan ruang aspirasi.
Ia berharap kepengurusan hasil Musda XI semakin solid, adaptif terhadap perkembangan politik dan teknologi, serta lebih dekat dengan kebutuhan warga yang beragam, mulai dari kebutuhan pedagang akan lokasi berjualan hingga kebutuhan pengunjung akan kebersihan dan ketertiban kota. “Pemerintah siap membantu dan berkolaborasi dengan Partai Golkar,” ujarnya.
Musda XI dibuka langsung oleh Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Barat, H. Khairunnas, yang juga Bupati Solok Selatan, didampingi jajaran pengurus provinsi. Kehadirannya menegaskan instruksi pusat untuk melakukan audit internal dan konsolidasi berjenjang guna merebut target strategis, termasuk kursi pimpinan DPRD dan posisi wali kota/wakil wali kota pada Pilkada mendatang.
Forum tersebut turut dihadiri anggota DPR RI Fraksi Golkar, Beni Utama, unsur Forkopimda Kota Bukittinggi, jajaran pemerintah daerah, pimpinan partai politik, pengurus DPD Golkar se-Sumatera Barat, tokoh adat, alim ulama, tokoh masyarakat, serta para senior, kader, dan simpatisan.
Ke depan, Golkar Bukittinggi menyiapkan langkah konkret berupa pelatihan politik untuk meningkatkan kapasitas kader dalam menyusun program realistis berbasis fiskal daerah, serta program publik ringan seperti kegiatan olahraga bersama untuk menarik generasi muda. Dengan posisi pro-pemerintah namun tetap kritis dan membangun, Golkar menargetkan konsolidasi total agar tetap relevan di tengah persaingan politik yang dinamis menuju 2029.






