Batuang Palupuah — Dalam sebuah musyawarah adat yang berlangsung hingga menjelang Magrib, Niniak Mamak Nan 25 Dikato menyatakan sikap bulat mendukung penuh pembangunan Koperasi Merah Putih di kawasan Batuang Babuai, Nagari Koto Rantang. Musyawarah tersebut menjadi momentum penting yang menegaskan kuatnya persatuan adat dalam menyokong arah pembangunan nagari.
Pertemuan yang berlangsung penuh kekhidmatan itu menggambarkan semangat luar biasa dari para pemangku adat. Hingga masuk waktu Magrib, seluruh rangkaian pembahasan diikuti dengan serius dan penuh rasa tanggung jawab demi memastikan arah pembangunan berjalan kokoh dan selaras dengan nilai adat.
Dalam keputusan yang dihasilkan, Niniak Mamak Nan 25 Dikato bersepakat untuk menanggung penuh penyediaan lahan yang diperuntukkan bagi pembangunan Koperasi Merah Putih. Kesepakatan ini menjadi bukti nyata komitmen adat dalam memberi kontribusi langsung bagi kemajuan ekonomi dan kemandirian nagari.
Tak hanya itu, mereka juga menegaskan kesiapan untuk memberikan backup penuh kepada Walinagari Koto Rantang, Novri Agus Parta Wijaya, S.Pd., M.Pd., dalam proses pembangunan koperasi sebagai salah satu program strategis nagari.

“Kami Niniak Mamak Nan 25 Dikato siap mendampingi dan menguatkan Walinagari. Lahan sudah kami sediakan, terlindungi secara adat. Ini bentuk komitmen kami untuk pembangunan Nagari Koto Rantang,”
disampaikan dalam pernyataan musyawarah.
Pembangunan Koperasi Merah Putih dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekonomi masyarakat dengan sistem usaha yang profesional, transparan, dan berkelanjutan. Kehadiran koperasi ini diharapkan mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi baru yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga, membuka peluang usaha, serta mendorong lahirnya kegiatan produktif masyarakat.
Walinagari Koto Rantang, Novri Agus Parta Wijaya, S.Pd., M.Pd., menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dukungan penuh dari Niniak Mamak Nan 25 Dikato.
“Dukungan ini adalah energi besar bagi nagari. Ketika adat dan pemerintah nagari bersatu, maka setiap program akan berjalan lebih kuat, lebih cepat, dan lebih berkah,” ujarnya.
Dengan ketetapan adat ini, pembangunan Koperasi Merah Putih segera memasuki tahap lanjutan. Pemerintah nagari menegaskan komitmennya menjalankan seluruh proses secara terbuka, sesuai ketentuan, dan tetap berpedoman pada falsafah adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah.
Musyawarah ini menandai langkah maju menuju transformasi ekonomi Nagari Koto Rantang, dengan kekuatan kolaborasi antara adat, pemerintah, dan masyarakat.
(Basa)






