Bukittinggi ,-Nama Ridwan Idma tentu tak asing lagi di telinga masyarakat Sumatera Barat, khususnya para pecinta musik Minang. Musisi dan pencipta lagu yang telah melahirkan banyak hits, termasuk “Maulang Sayang” yang dipopulerkan Rayola, kini melebarkan sayapnya ke dunia kuliner dengan membuka usaha oleh-oleh tradisional bernama “Garobok Kue Mangkuak”.
Berlokasi strategis di jalan Bukittinggi-Payakumbuh (batas kota), usaha ini menawarkan kue mangkuak atau apam khas Sianok yang dibuat dengan resep tradisional dan bahan-bahan alami tanpa pengawet. Ridwan Idma (62), yang juga menjabat sebagai wakil ketua PAPPRI, turun langsung dalam proses pembuatan kue yang memakan waktu hingga delapan jam.
“Dahulu, kue ini hanya ada satu-satunya di Sianok. Saya ingin menjaga cita rasa asli kue mangkuak ini seperti buatan nenek moyang kita dulu,” ujar Ridwan Idma. Keunikan lain dari kue ini adalah penggunaan sayak (tempurung kelapa) sebagai wadah, yang semakin menambah kesan alami dan tradisional. Oleh karena itu, Ridwan Idma memberi nama produknya “Kue Mangkuak Basayak Kaamilah Episode Premium”.
Amde Aprenasution (Aan Cowboy), pengurus Kukuak Ayam Balenggek dan donatur kemanusiaan, memberikan testimoni positif terhadap usaha baru Ridwan Idma. “Cita rasa kue mangkuak ini sangat berbeda dengan kue lainnya. Rasanya enak dan gurih, mungkin karena proses pembuatannya sangat alami dan tidak menggunakan bahan kimia. Kue Mangkuak Sayak Kamilah ini sangat higienis dan layak dijadikan oleh-oleh tradisional daerah Minang,” katanya.
Selain itu, Amde juga mengungkapkan bahwa Ridwan Idma telah menjadi inspirasi bagi komunitas Kukuak Ayam Balenggek Bukittinggi dan Agam, di mana ia didapuk sebagai pembina. “Banyak ilmu dan pengalaman yang kita dapatkan dari beliau,” tambahnya.
Dengan hadirnya “Garobok Kue Mangkuak”, masyarakat dan wisatawan kini memiliki pilihan oleh-oleh khas Minang yang unik dan otentik. Jadi, bagi Anda yang berkunjung ke Bukittinggi atau melewati jalan Bukittinggi-Payakumbuh, jangan lupa mampir dan mencicipi “Kue Mangkuak Basayak Kaamilah” yang terletak di batas kota, sesudah Kafe Amelia.(jhn)






