Malalak, Agam – Lebih kurang 50 personel TNI diterjunkan untuk mendukung percepatan pembangunan jembatan gantung permanen di Lubuk Kalikie, Jorong Siniair, Nagari Malalak Selatan, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam.
Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara unsur TNI dan pemerintah daerah dalam merespons rusaknya dua unit jembatan akibat banjir besar yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.
Pasukan TNI yang terlibat berasal dari satuan ZIDAM XX/TIB yang bekerja sama dengan Denzipur 2/PS beserta pasukan pendukung lainnya. Kolaborasi ini bertujuan merealisasikan pembangunan jembatan gantung permanen sebagai infrastruktur vital penghubung antarnagari dan antardesa di Kecamatan Malalak.
Akibat bencana banjir, dua jembatan utama di kawasan tersebut mengalami amblas dan hancur total, sehingga memutus akses transportasi masyarakat. Kondisi ini sangat berdampak pada aktivitas ekonomi warga, akses layanan dasar, serta mobilitas pelajar yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
Dari dua jembatan yang direncanakan, satu unit jembatan dilaporkan telah siap dibangun dan bahkan telah diserahterimakan kepada masyarakat untuk dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya. Jembatan ini menjadi akses strategis yang menghubungkan dua nagari di Kecamatan Malalak serta mempermudah jalur menuju SMK Negeri 1 Malalak.

Sementara itu, satu jembatan lainnya direncanakan akan dibangun sebagai jembatan gantung permanen penghubung antarkorong di Nagari Malalak Selatan. Jembatan ini sangat dibutuhkan karena mampu mempersingkat jarak tempuh transportasi anak-anak sekolah hingga sekitar dua kilometer dibandingkan jalur jembatan darurat yang selama ini digunakan.
Informasi terkait rencana pembangunan jembatan permanen tersebut diperoleh dari Pemerintah Kabupaten Agam melalui Camat Malalak, Ulya Sattar, S.STP. Rencana ini juga mendapat dukungan penuh dari Anggota DPRD Kabupaten Agam, Erdinal S.Sos Dt. Marajo dari Fraksi Gerindra, bersama jajaran Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Agam.
Pemerintah daerah bersama unsur TNI dan DPRD berharap pembangunan jembatan gantung permanen ini dapat segera terwujud demi kepentingan masyarakat luas.
Infrastruktur yang layak dinilai sebagai kunci pemulihan pascabencana serta penggerak roda perekonomian warga.
Apabila kedua jembatan tersebut telah rampung dibangun, diharapkan akses transportasi ke seluruh jorong dan nagari di Kecamatan Malalak akan kembali lancar. Hal ini tidak hanya memudahkan aktivitas sehari-hari masyarakat, tetapi juga meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan wakil rakyat dalam pembangunan jembatan ini menjadi bukti nyata komitmen bersama untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana serta memastikan konektivitas antardaerah tetap terjaga secara berkelanjutan.
(Ak)






