Sejarah Pesawat Avro Anson RI-003

- Penulis

Jumat, 17 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gaduik, Tilatang Kamang — Di tengah kondisi perjuangan kemerdekaan Indonesia yang masih rapuh selepas proklamasi, muncul sebuah inisiatif luar biasa dari masyarakat Sumatera Barat, khususnya kaum perempuan “amai-amai” Minangkabau, yang membeli sebuah pesawat terbang untuk Republik – Avro Anson, yang kemudian dikenal dengan kode RI-003. Inisiatif ini terjadi pada tahun 1947, di mana Indonesia berada di bawah ancaman agresi Belanda dan blokade ekonomi serta militer yang berat.

Latar Belakang
Setelah kemerdekaan diproklamasikan 17 Agustus 1945, perjuangan melawan Belanda belum usai. Belanda melakukan serangkaian agresi militer dan membangun blokade fisik serta ekonomi untuk melemahkan Republik.

Di Sumatera Barat, tepatnya di Bukittinggi, Wakil Presiden Mohammad Hatta berkantor selama beberapa bulan (sekitar Juni 1947 hingga Februari 1948) sebagai bagian dari strategi mempertahankan daerah-daerah yang masih dikuasai Republik.

Mengetahui bahwa pemerintah pusat sangat kekurangan dana, terutama mata uang asing / cadangan devisa, Hatta mengeluarkan gagasan agar rakyat ambil bagian dalam upaya pembelian pesawat untuk kepentingan pertahanan dan suplai. Mengingat budaya masyarakat Minangkabau yang gemar menabung emas, terutama oleh kaum ibu/amai-ama, langkah ini dirasa cocok.

Pengumpulan Dana dan Pembelian
Pada 27 September 1947, dibentuk Panitia Pusat Pengumpul Emas di Bukittinggi atas inisiatif Mohammad Hatta. Tujuannya: menghimpun sumbangan masyarakat, khususnya emas perhiasan, untuk membeli pesawat. Ketua panitia adalah Mr. A. Karim, Direktur Bank Negara, dengan tokoh-tokoh lain seperti Khatib Sulaiman dan Buya Hamka turut berperan.

Kaum ibu di Bukittinggi dan daerah sekitarnya menyumbangkan liontin, gelang, anting, kalung, bahkan cincin kawin mereka. Dalam waktu relatif singkat, terkumpul sebanyak 12-14 kilogram emas murni. Emas-emas itu dilebur menjadi emas batangan/padu untuk kemudian diganti dalam transaksi membeli pesawat.

Pesawat yang dipilih adalah Avro Anson, milik Paul H. Keegan, warga negara Australia, mantan pilot RAF (Angkatan Udara Kerajaan Inggris). Pesawat jenis Avro Anson adalah pesawat bermesin ganda, multifungsi.

Transaksi dilakukan di Thailand (Songkhla), karena Keegan tidak bisa memasuki Singapura. Pesawat tersebut dengan nomor registrasi asal VH-BBY, setelah menjadi milik pemerintah RI, diberi kode RI-003.

Proses Pemanfaatan dan Kejadian Tragis
Awal Desember 1947, pesawat diangkut ke Gaduik, dan kemudian digunakan dalam beberapa misi: antaranya untuk mengantar penjual (Keegan) kembali ke Thailand, melakukan kontak perdagangan, serta mencoba mengangkut senjata dan logistik penting guna memecah blokade Belanda.

Penerbangan yang melibatkan dua penerbang AURI: Komodor Muda Udara Halim Perdanakusuma (navigator) dan Opsir Udara I Iswahyudi (pilot).

Namun, misi ini berakhir tragis. Saat kembali dari Songkhla menuju Bukittinggi, pesawat RI-003 jatuh di kawasan Tanjung Hantu, Perak, Malaya (dalam perjalanan kembali ke tanah air), akibat cuaca buruk. Kedua penerbang—Halim dan Iswahyudi—gugur dalam kecelakaan tersebut. Iswahyudi belum ditemukan, sedangkan jenazah Halim kemudian dipulangkan.

Makna dan Peran RI-003 dalam Perjuangan Kemerdekaan

Simbol Nasionalisme dan Solidaritas: Pembelian pesawat ini oleh masyarakat, terutama kaum perempuan, menunjukkan betapa rakyat mampu berkontribusi langsung terhadap upaya mempertahankan kedaulatan negara, tidak hanya lewat perang fisik, tetapi juga lewat dukungan material dan moral.

Upaya Memecah Blokade: Pesawat ini diharapkan bisa membantu mengangkut senjata dan logistik dari luar negeri melalui rute yang lebih aman agar perjuangan bersenjata dapat terus berjalan. RI-003 meskipun terbatas penggunaannya akhirnya usaha kontak dan pengadaan senjata tetap dilakukan.

Mengorbankan Nyawa Pahlawan: Tragedi kecelakaan bukan sekadar kehilangan pesawat, melainkan kehilangan dua tokoh pejuang – Halim Perdanakusuma dan Iswahyudi – yang kemudian diabadikan sebagai pahlawan nasional. Pengorbanan mereka menambah bobot makna dari usaha keras rakyat.

Warisan Sejarah dan Pendidikan: Monumen replika pesawat berdiri di Nagari Gaduik, Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, sebagai pengingat sejarah sekaligus sebagai daya tarik wisata sejarah. Saat ini ada rencana untuk mendirikan Museum Angkatan Udara di lokasi monumen agar generasi selanjutnya tidak lupa akan sumbangsih rakyat Minang.

Kesimpulan

Pesawat Avro Anson RI-003 yang dikenal juga sebagai Avro Anson Gaduik merupakan salah satu episode heroik dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Meskipun pesawat tersebut tidak pernah benar-benar dimanfaatkan dalam skala besar karena kecelakaan yang menimpanya, nilai simbolis dari pembelian menggunakan emas rakyat, pelibatan masyarakat Minangkabau yang aktif, dan hilangnya dua pahlawan dalam tugas membuktikan bahwa perjuangan kemerdekaan bukan hanya perkara medan perang, tapi juga soal bagaimana bangsa bergotong royong, berkorban, dan menunjukkan keberanian dalam segala situasi.

(Basa)

Follow WhatsApp Channel www.terasnagarinews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Barito kini

Kapolres Payakumbuh Pimpin Upacara Serah Terima Jabatan di Lingkungan Polres Payakumbuh
Tim Safari Ramadhan Nagari Malalak Selatan Kunjungi Masjid Nurul Rahman Limau Manih
Sat Reskrim Polres Payakumbuh Tetapkan Duo Saudara Kandung Menjadi Tersangka Dalam Kasus Penganiayaan
Rapat Pengurus dan Pengawas KDMP Nagari Malalak Selatan Bahas Program Strategis dan Persiapan Gerai
Mhd Nurzen Wali Nagari Simarasok Bersama Perangkat Nagari Ucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1447 H
Keluarga Besar MAN 1 Kota Bukittinggi Ucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan
Rakor Senagari Malalak Selatan Berjalan Sukses, Camat Sampaikan Kunjungan TSR Dipimpin Bupati Agam
Bersihkan Hati, Satukan Niat, Agus Parta Wijaya Wali Nagari Koto Rantang Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1447 H

Barito kini

Rabu, 4 Maret 2026 - 15:22 WIB

Kapolres Payakumbuh Pimpin Upacara Serah Terima Jabatan di Lingkungan Polres Payakumbuh

Jumat, 20 Februari 2026 - 16:11 WIB

Tim Safari Ramadhan Nagari Malalak Selatan Kunjungi Masjid Nurul Rahman Limau Manih

Kamis, 19 Februari 2026 - 13:15 WIB

Sat Reskrim Polres Payakumbuh Tetapkan Duo Saudara Kandung Menjadi Tersangka Dalam Kasus Penganiayaan

Rabu, 18 Februari 2026 - 10:35 WIB

Rapat Pengurus dan Pengawas KDMP Nagari Malalak Selatan Bahas Program Strategis dan Persiapan Gerai

Rabu, 18 Februari 2026 - 07:07 WIB

Mhd Nurzen Wali Nagari Simarasok Bersama Perangkat Nagari Ucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1447 H

Iko baru barito

Berita Terkini

Di Batas Kota Garegeh, GRIB Jaya Agam Menyapa Ramadan dengan Takjil

Minggu, 1 Mar 2026 - 14:00 WIB

Berita Terkini

Muhibuddin: Persoalan Hukum Bukan Soal Menang atau Kalah

Rabu, 25 Feb 2026 - 19:02 WIB