Terasnagari news.com – SLB Negeri 1 Bukittinggi memperkuat pendidikan vokasi dan pengembangan seni sebagai upaya strategis mendorong kemandirian siswa berkebutuhan khusus setelah menyelesaikan pendidikan. Pendekatan ini menjadi bagian penting dari pembelajaran yang menitikberatkan pada keterampilan hidup dan pengembangan potensi individu.

Berdiri sejak 1984, SLB Negeri 1 Bukittinggi merupakan sekolah luar biasa pertama di Kota Bukittinggi. Sekolah ini melayani peserta didik berkebutuhan khusus dari jenjang SD hingga SMA dan berlokasi di Kelurahan Manggis Ganting, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS), Kota Bukittinggi, Sumatera Barat.
Kepala SLB Negeri 1 Bukittinggi, Erma, S.Pd., mengatakan bahwa selain menjalankan kurikulum nasional, sekolah secara konsisten mengembangkan pembelajaran vokasi dan seni yang disesuaikan dengan kemampuan serta karakter masing-masing siswa.
“Kami menyiapkan siswa tidak hanya untuk lulus sekolah, tetapi agar mereka memiliki keterampilan nyata yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi bekal kemandirian di masa depan,” kata Erma, Senin (19/1/2026).
Berbagai program vokasi dikembangkan, mulai dari membatik, tata busana, pembuatan suvenir, tata boga, hingga teknologi informasi dan elektronika (ITE). Program tersebut dilaksanakan secara bertahap dan terintegrasi dalam kegiatan belajar mengajar.

Di luar pembelajaran vokasi, SLB Negeri 1 Bukittinggi juga memberi ruang luas bagi pengembangan bakat dan minat siswa melalui kegiatan seni dan ekstrakurikuler. Kegiatan tersebut meliputi melukis, seni tari dan lagu bekerja sama dengan Sanggar Limbago Papeh Sakato, serta drum band.
Menurut Erma, kegiatan seni berperan penting dalam membangun kepercayaan diri, kemampuan bersosialisasi, dan keberanian tampil di ruang publik. Sejumlah siswa bahkan telah tampil pada peringatan Hari Ulang Tahun Kota Bukittinggi tahun 2025.
Namun demikian, Erma mengakui bahwa sekolah masih membutuhkan dukungan sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan belajar yang berlangsung dari pukul 07.30 hingga 16.00 WIB. Kebutuhan mendesak saat ini adalah pembangunan musholla yang dapat difungsikan sebagai tempat ibadah sekaligus ruang pembelajaran tahfiz.
Selain itu, pihak sekolah juga mengusulkan perbaikan pagar sekolah, pembangunan dam pembatas dengan area Hotel Pusako, serta penataan halaman sekolah yang masih berupa tanah agar lebih aman dan ramah bagi siswa berkebutuhan khusus.
Sebelumnya, SLB Negeri 1 Bukittinggi telah menerima bantuan renovasi melalui Program Revitalisasi Kementerian Pendidikan Nasional tahun 2025. Pihak sekolah berharap, pengajuan tambahan sarana dan prasarana yang telah disampaikan kepada instansi terkait dapat direalisasikan pada tahun 2026.
“Dengan dukungan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, kami berharap layanan pendidikan bagi siswa berkebutuhan khusus semakin berkualitas dan inklusif,” ujar Erma.
(Afrizal Soedarta)






