Terasnagari news.com-Silaturahmi tak sekadar temu kangen. Bagi keluarga besar Jambak Family Saiyo, pertemuan juga menjadi pintu masuk untuk merajut agenda yang lebih besar: membangun kemandirian ekonomi bersama.
Itulah yang mengemuka dalam kunjungan bendahara Jambak Family Saiyo, Rahmani, S.Sos, ke kediaman Bundo Nurmis Yacub di Wisma Utama, Kelurahan Parak Laweh, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Selasa (28 Januari 2025). Dalam suasana akrab, perbincangan mengalir dari kabar keluarga hingga rencana pendirian Koperasi Jambak Family Saiyo.
“Silaturahmi ini sekaligus menjadi momentum untuk membahas pendirian koperasi sebagai wadah kebersamaan,” kata Rahmani kepada awak media Terasnagari News.com
Dari perbincangan itu, komitmen pun menguat. Bundo Nurmis Yacub bersama Sekretaris Camat Lubuk Begalung, Zulkarnaen, menyatakan kesediaannya menjadi pendiri sekaligus anggota koperasi. Bagi keluarga besar Jambak, langkah ini dipandang sebagai fondasi awal membangun sistem ekonomi yang lebih terorganisir.
Koperasi, menurut Rahmani, dirancang bukan sekadar lembaga simpan pinjam. Ia diproyeksikan sebagai ruang gotong royong ekonomi, tempat dunsanak saling menguatkan, terutama bagi pelaku usaha kecil dan menengah.
“Melalui koperasi, anggota bisa mendapatkan akses permodalan yang lebih sehat untuk mengembangkan UMKM,” ujarnya.
Ada kegelisahan yang menjadi latar. Praktik rentenir masih kerap menjadi jalan pintas sebagian pelaku usaha dalam memenuhi kebutuhan modal. Koperasi diharapkan menjadi benteng, agar anggota tidak terjerat pinjaman berbunga tinggi.
“Ini bagian dari ikhtiar agar dunsanak kita tidak bergantung pada rentenir,” kata Rahmani.
Semangat itu dirangkum dalam motto “Basamo Mangko Manjadi”—bersama, barulah menjadi. Dengan berpegang pada anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART), koperasi diharapkan tumbuh sebagai instrumen kebersamaan sekaligus penggerak ekonomi keluarga besar.
Adapun para pendiri koperasi terdiri dari Dr. H. Edi Hasymi, H. Sengaja Budi Syukur, SH, H. Gustami Hidayat, S.Pt, MP, Zulkarnaen, S.Pd, dan Nurmis Yacub, SH. Mereka menjadi motor awal dalam mewujudkan gagasan yang lahir dari ruang silaturahmi itu.
Bagi Jambak Family Saiyo, koperasi bukan sekadar lembaga. Ia adalah simbol dari tekad kolektif: menjadikan kebersamaan sebagai kekuatan ekonomi. Sebuah upaya agar nilai badunsanak tak berhenti pada ikatan kekerabatan, tetapi menjelma menjadi gerak nyata membangun kesejahteraan bersama. (AfrizalSoedarta)
Penulis : Afrizal soedarta
Editor : Alex Kardion






