Malalak Selatan – Bersama anggota DPRD Kabupaten Agam, Erdinal Dt Marajo dari Partai Gerindra, Pemerintah Nagari Malalak Selatan melakukan peninjauan langsung ke lokasi Kapalo Banda Gadang di Jorong Siniair yang mengalami kerusakan total akibat banjir besar yang terjadi beberapa waktu lalu.
Kerusakan parah pada Kapalo Banda tersebut menyebabkan terganggunya sistem irigasi yang selama ini menjadi sumber utama pengairan sawah masyarakat. Tercatat, lebih kurang 30 hektare lahan persawahan terdampak dan tidak dapat dialiri air secara normal. Sawah-sawah tersebut berada di dua wilayah jorong, yakni Jorong Siniair dan Jorong Damar Bancah, Nagari Malalak Selatan, Kecamatan Malalak.
Menurut keterangan Pemerintah Nagari, Kapalo Banda Gadang yang rusak tersebut merupakan bagian vital dari jaringan irigasi pertanian masyarakat. Sejak diterjang banjir besar bulan lalu, bangunan tersebut tidak lagi berfungsi sehingga berdampak langsung terhadap aktivitas pertanian warga, khususnya para petani sawah.
Dalam kesempatan tersebut, Erdinal Dt Marajo menyampaikan keprihatinannya atas kondisi yang dialami masyarakat. Ia menegaskan bahwa kerusakan irigasi ini harus segera mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah, mengingat sektor pertanian merupakan penopang utama perekonomian warga setempat.
Pemerintah Nagari Malalak Selatan berharap dalam waktu dekat dapat segera turun bantuan dari dinas dan instansi terkait, baik dari Pemerintah Kabupaten Agam maupun Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Bantuan tersebut sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses perbaikan irigasi agar sawah masyarakat kembali dapat dialiri air secara normal.
Kapalo Banda Gadang Siniair sendiri berada di bawah naungan P3A Banda Gadang Siniair, yang selama ini mengelola dan menjaga sistem irigasi pertanian warga. Namun, akibat kerusakan yang cukup berat, perbaikan tidak dapat dilakukan secara swadaya tanpa dukungan anggaran dan teknis dari pemerintah.
Amir Koto Wali Nagari mengatakan, Atas nama Pemerintahan Nagari Malalak Selatan dan Camat Malalak, kami sangat berharap permasalahan air untuk pengairan sawah masyarakat ini dapat segera terwujud solusinya,” ungkap perwakilan pemerintah nagari di lokasi peninjauan.
Lebih lanjut disampaikan, kondisi ini sangat mendesak karena menyangkut keberlangsungan hidup petani. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan akan berdampak pada gagal tanam dan penurunan hasil produksi pertanian warga.
Pemerintah Nagari dan masyarakat berharap, terkait pengairan sawah ini dapat menjadi perhatian utama, sehingga pembangunan kembali irigasi Kapalo Banda Gadang Siniair dapat segera direalisasikan demi kesejahteraan warga.
(Ak)






